
Bisalanews.id – Menanggapi polemik yang beredar tentang usulan Rusdy Mastura untuk memakzulkan Ketua Umum KONI Provinsi Sulawesi Tengah, Nizar M. Rahmatu merespon dengan bijaksana. (01/06/2024)
Menurutnya, teguran tersebut merupakan bagian dari cara orang tua mengingatkan anaknya agar kembali ke rumah.
“Bahwa Pak Gubernur bersuara, itu hanya sebagai hubungan orang tua dan anak atau sebagai guru dan murid. Tentu teguran itu untuk menaikkan kelas kita,” ujarnya.
Nizar menganggap setiap teguran perlu dimaknai sebagai pengingat.
Dalam beberapa bulan terakhir, Nizar mengaku sangat sibuk dengan pendaftaran dirinya ke sejumlah partai politik, sehingga jarang bersilaturahmi dengan Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura.
Di depan awak media, Nizar menekankan bahwa teguran yang dilontarkan oleh Rusdy Mastura kepadanya tidak ada kaitannya dengan persoalan Anwar Hafid Cup.
Nizar juga menambahkan bahwa KONI memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang mengatur mekanisme berorganisasi, sehingga tidak serta merta dirinya harus dimakzulkan.
Ia menegaskan bahwa KONI beroperasi sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dan tidak bisa diintervensi secara sepihak.
Bahkan, dengan tegas Nizar membantah menggunakan fasilitas negara dalam urusan politiknya.
Menurutnya, tuduhan tersebut berlebihan dan tidak berdasar.
Disinggung hubungan Ketua Umum KONI dan Gubernur Sulawesi Tengah dalam kondisi tidak baik,dengan tegas dirinya membantah isu itu.
“Selama ini hubungan saya dengan Pak Gubernur Sulawesi Tengah baik-baik saja,” tambah Nizar, mengakhiri pernyataannya.
Dalam menghadapi polemik ini, Nizar M. Rahmatu menegaskan pentingnya melihat teguran sebagai sarana untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kinerja.
Ia juga memastikan bahwa segala aktivitasnya di KONI dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku, dan tidak terkait dengan urusan politik pribadinya.
















