Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Agama

Pawai Ogoh-Ogoh Meriah di Parigi Moutong Sambut Hari Raya Nyepi

×

Pawai Ogoh-Ogoh Meriah di Parigi Moutong Sambut Hari Raya Nyepi

Sebarkan artikel ini

Bisalanews.id – Dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Saka 1946 tahun 2024, ribuan umat Hindu di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menggelar pawai ogoh-ogoh yang meriah. Sebanyak 22 patung ogoh-ogoh memenuhi ruas jalan Trans Sulawesi Desa Tolai, Kecamatan Torue, pada Minggu (10/3/2024).

Example 300x600

Pantauan media ini menunjukkan antusiasme masyarakat Hindu dan umum yang memadati sepanjang jalan untuk menyaksikan arak-arakan ogoh-ogoh tersebut. Pawai ogoh-ogoh di wilayah tersebut mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat luas.

Baca juga :  Pj. Bupati Parigi Moutong Terima Anugerah BAZNAS Award 2024

Sekretaris Pengempon Pura Agung Purnasadha Tolai, I Nyoman Sudimantra, menjelaskan bahwa dalam menyambut Hari Raya Nyepi, sebanyak 22 ogoh-ogoh diarak sepanjang ruas jalan Trans Sulawesi Desa Tolai, termasuk 18 ogoh-ogoh dari Pura Purnasadha dan 4 ogoh-ogoh dari Pura lain.

“Totalnya 22 ogoh-ogoh yang ikut dalam parade kali ini, jumlahnya lebih banyak dibandingkan perayaan Nyepi tahun sebelumnya,” ujar Sudimantra.

Pawai ogoh-ogoh, yang merupakan rangkaian dari perayaan Nyepi, dilaksanakan sehari sebelum ritual nyepi. Sudimantra menjelaskan bahwa ogoh-ogoh melambangkan energi negatif, dengan bentuk yang menyeramkan dan tubuh besar seperti bhuta kala.

Baca juga :  Jelang Idul Fitri 2024, Polres Parigi Moutong Musnahkan Ratusan Botol Miras

“Pawai ogoh-ogoh ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Nyepi dan telah dilaksanakan sejak tahun 90-an, yang sebelumnya hanya dilakukan di lingkungan pura saja,” tambahnya.

Patung ogoh-ogoh diarak oleh warga perlahan-lahan menyusuri ruas jalan Trans Sulawesi menuju Mrajapati Purnasadha Desa Tolai, tempat di mana patung tersebut akan dibakar dan dimusnahkan.

“Puncak dari arak-arakan ini adalah pembakaran ogoh-ogoh sebagai simbol pemusnahan energi negatif di alam semesta,” ungkap Sudimantra.

Baca juga :  Bupati Parigi Moutong Hadiri HUT ke-38 Wanita Hindu Dharma Indonesia

Ia menekankan bahwa seluruh umat Hindu berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan harapan dapat menetralisir sifat-sifat negatif. Hal ini memungkinkan umat Hindu untuk lebih fokus dalam beribadah selama Hari Raya Nyepi.

Sudimantra berharap juga bahwa pawai ogoh-ogoh ini dapat menjadi ajang silaturahmi antar umat beragama, mempererat hubungan antarwarga, serta menjadi event budaya yang diadakan setiap tahun di daerah tersebut.

Total Views: 1085

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *