Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Pemerintahan

Serah Terima Tangki Septik dan TPS3R Baliara Molor, Warga Keluhkan “Jam Karet” Pemda

×

Serah Terima Tangki Septik dan TPS3R Baliara Molor, Warga Keluhkan “Jam Karet” Pemda

Sebarkan artikel ini
Kondisi kegiatan TPS3R Desa Baliara,Kecamatan Parigi Barat, Parigi Moutong. Senin,(23/02/2026) – MR.Pakaya

Bisalanews.id, Parmout – Agenda serah terima pekerjaan pembangunan tangki septik skala individual pedesaan serta pembangunan TPS3R di Desa Baliara, Kecamatan Parigi Barat dilaporkan mengalami keterlambatan.

Kegiatan tersebut disebut molor karena masih menunggu kehadiran Bupati Parigi Moutong.

Example 300x600

Sejumlah warga yang telah hadir sejak waktu yang ditentukan mengaku kecewa atas penundaan tersebut.

Mereka menilai, molornya acara tanpa kepastian waktu menunjukkan lemahnya manajemen kegiatan di lingkungan pemerintah daerah.

“Saya datang sesuai undangan jam 2 siang, tapi sampai sekarang belum juga dimulai karena masih menunggu Bupati. Ini bukan pertama kali,” ujar salah satu warga Desa Baliara yang enggan disebutkan namanya.

Baca juga :  Empat Pejabat Parigi Moutong Masuk Bursa SELTER Pemprov Sulteng, Sekda hingga Kadis Ikut Bertarung

Menurutnya, hampir setiap kegiatan resmi pemerintah daerah kerap mengalami keterlambatan dengan alasan serupa.

Ia menyebut kondisi itu sebagai budaya “jam karet” yang seolah terus berulang tanpa ada evaluasi serius.

Pembangunan tangki septik skala individual pedesaan dan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) sendiri merupakan program strategis yang bertujuan meningkatkan kualitas sanitasi dan pengelolaan sampah di desa.

Program tersebut diharapkan mampu mendorong pola hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat.

Baca juga :  Penempatan PPPK Jadi Security dan CS Disorot, RSUD Raja Tombolotutu Tinombo Dinilai Abaikan Ketentuan ASN

Namun, molornya prosesi serah terima dinilai mencederai semangat pelayanan publik yang profesional dan tepat waktu.

Warga berharap pemerintah daerah dapat lebih menghargai waktu masyarakat yang telah meluangkan kesempatan untuk hadir.

Beberapa tokoh masyarakat setempat juga mempertanyakan mengapa agenda tidak dapat dimulai terlebih dahulu oleh pejabat teknis atau perwakilan yang telah hadir, tanpa harus menunggu kehadiran kepala daerah secara langsung.

Mereka menilai, esensi utama dari kegiatan tersebut adalah memastikan fasilitas yang dibangun dapat segera dimanfaatkan masyarakat, bukan sekadar seremoni formalitas.

Baca juga :  Dinas Pendidikan Gelar Sosialisasi dan Pendampingan Implementasi Markas-Akas SIPD di Parigi Moutong

Keterlambatan kegiatan publik, menurut sejumlah warga lokal, dapat berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola pemerintahan.

Disiplin waktu dinilai sebagai indikator sederhana namun penting dalam menunjukkan komitmen pelayanan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terkait alasan pasti keterlambatan acara serah terima tersebut.

Masyarakat Desa Baliara pun berharap ke depan pemerintah daerah dapat melakukan pembenahan manajemen kegiatan agar pelaksanaan agenda publik berjalan lebih tertib, profesional, dan menghargai waktu warga.

Total Views: 1759

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *