
Bisalanews.id, Parmout – Agenda serah terima pekerjaan pembangunan tangki septik skala individual pedesaan serta pembangunan TPS3R di Desa Baliara, Kecamatan Parigi Barat dilaporkan mengalami keterlambatan.
Kegiatan tersebut disebut molor karena masih menunggu kehadiran Bupati Parigi Moutong.
Sejumlah warga yang telah hadir sejak waktu yang ditentukan mengaku kecewa atas penundaan tersebut.
Mereka menilai, molornya acara tanpa kepastian waktu menunjukkan lemahnya manajemen kegiatan di lingkungan pemerintah daerah.
“Saya datang sesuai undangan jam 2 siang, tapi sampai sekarang belum juga dimulai karena masih menunggu Bupati. Ini bukan pertama kali,” ujar salah satu warga Desa Baliara yang enggan disebutkan namanya.
Menurutnya, hampir setiap kegiatan resmi pemerintah daerah kerap mengalami keterlambatan dengan alasan serupa.
Ia menyebut kondisi itu sebagai budaya “jam karet” yang seolah terus berulang tanpa ada evaluasi serius.
Pembangunan tangki septik skala individual pedesaan dan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) sendiri merupakan program strategis yang bertujuan meningkatkan kualitas sanitasi dan pengelolaan sampah di desa.
Program tersebut diharapkan mampu mendorong pola hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat.
Namun, molornya prosesi serah terima dinilai mencederai semangat pelayanan publik yang profesional dan tepat waktu.
Warga berharap pemerintah daerah dapat lebih menghargai waktu masyarakat yang telah meluangkan kesempatan untuk hadir.
Beberapa tokoh masyarakat setempat juga mempertanyakan mengapa agenda tidak dapat dimulai terlebih dahulu oleh pejabat teknis atau perwakilan yang telah hadir, tanpa harus menunggu kehadiran kepala daerah secara langsung.
Mereka menilai, esensi utama dari kegiatan tersebut adalah memastikan fasilitas yang dibangun dapat segera dimanfaatkan masyarakat, bukan sekadar seremoni formalitas.
Keterlambatan kegiatan publik, menurut sejumlah warga lokal, dapat berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola pemerintahan.
Disiplin waktu dinilai sebagai indikator sederhana namun penting dalam menunjukkan komitmen pelayanan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terkait alasan pasti keterlambatan acara serah terima tersebut.
Masyarakat Desa Baliara pun berharap ke depan pemerintah daerah dapat melakukan pembenahan manajemen kegiatan agar pelaksanaan agenda publik berjalan lebih tertib, profesional, dan menghargai waktu warga.
















