
Bisalanews.id, Parmout – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Parigi Moutong, Hairudin, menegaskan bahwa Dinas Kominfo merupakan mitra strategis media dalam mendukung penyebaran informasi dan publikasi program pemerintah daerah.
Hal tersebut disampaikan Hairudin usai lakukan pertemuan silaturahmi bersama puluhan media, di Desa Olaya.
Pembahasan dalam pertemuan tersebut terkait hubungan antara Diskominfo dan media yang ada di Kabupaten Parigi Moutong.
Ia menekankan pentingnya kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dan insan pers demi mendukung pembangunan daerah.
“Dinas Komunikasi dan Informatika ini kan salah satu mitra dengan media, dalam hal ini pemerintah daerah Parigi Moutong. Saya mengajak kita semua untuk sama-sama ikut bekerja membangun daerah,” ujar Haerudin.Selasa,(10/02/2026)
Ia menjelaskan, Diskominfo Parigi Moutong terus berupaya menjalin hubungan yang harmonis dengan media guna memastikan informasi dan publikasi kegiatan pemerintah daerah dapat tersampaikan secara luas dan transparan kepada masyarakat.
“Jelas kami dari Kominfo tetap menjalin hubungan dengan teman-teman media untuk menyampaikan informasi dan publikasi yang ada di Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong,” jelasnya.
Terkait kesiapan sarana dan prasarana komunikasi serta publikasi, ia mengakui bahwa Kabupaten Parigi Moutong masih menghadapi sejumlah keterbatasan, khususnya pada infrastruktur jaringan di wilayah terpencil.
“Untuk penambahan alat-alat komunikasi dan publikasi, memang Pemda masih banyak kekurangan, termasuk jaringan, khususnya di daerah-daerah terpencil,” ungkapnya.
Namun demikian, ia optimistis ke depan persoalan tersebut dapat diatasi seiring dengan pelaksanaan program pemerintah daerah dan provinsi.
Menurutnya, Diskominfo akan menyesuaikan langkah dengan program Bupati dan Gubernur Sulteng, termasuk program Berani Berdering, guna memperluas akses jaringan komunikasi.
“Insya Allah ke depan, sesuai dengan program Pak Erwin dan Pak Anwar Hafid, kami akan membantu semua jaringan yang ada di daerah terpencil, khususnya desa-desa yang masih blank spot,” pungkas Haerudin.
















