Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
BeritaKesehatan

Pelestarian Donor Darah, Dinkes Sulteng Ajak Masyarakat Peduli Kemanusiaan

×

Pelestarian Donor Darah, Dinkes Sulteng Ajak Masyarakat Peduli Kemanusiaan

Sebarkan artikel ini
Kepala Seksi juga Selaku Ketua Tim Kerja Yankestrad dan Pelayanan Transfusi Darah, Elisabeth Supit, SKM., MAP,. (Foto: Fita)

Bisalanews.id, Parmout – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah melalui kegiatan pelestarian donor darah yang digelar pada Senin, 22 Desember 2025, di Kantor Kecamatan Parigi.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata pemerintah dalam menjaga ketersediaan stok darah sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Example 300x600

Kepala Seksi sekaligus Ketua Tim Kerja Pelayanan Kesehatan Tradisional dan Pelayanan Transfusi Darah Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Elisabeth Supit, SKM., MAP, menegaskan bahwa donor darah tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pendonor.

Menjawab kekhawatiran masyarakat terkait kondisi tubuh setelah mendonor, Elisabeth menjelaskan bahwa tidak semua pendonor akan mengalami lemas atau pusing. Menurutnya, kondisi tersebut sangat bergantung pada keadaan masing-masing individu.

“Sebagian pendonor dapat merasa lemas atau pusing setelah mendonor karena beberapa faktor, seperti belum makan, kurang tidur, kurang asupan cairan, atau stres. Selain itu, faktor psikologis seperti rasa gugup atau takut terhadap jarum juga dapat memicu reaksi vasovagal yang ditandai dengan pusing dan keringat dingin. Kondisi ini juga bisa terjadi akibat penurunan sementara volume dan tekanan darah, sehingga pasokan oksigen ke otak berkurang,” jelasnya.

Baca juga :  Investasi Rp2 Triliun, Parimo Bangun Peternakan Sapi Modern Terintegrasi

Elisabeth menambahkan bahwa donor darah dapat membantu menjaga keseimbangan zat besi dalam tubuh serta berpotensi mendukung pengendalian berat badan. Namun, manfaat tersebut harus dibarengi dengan penerapan pola hidup sehat, seperti asupan gizi seimbang, pola makan teratur, olahraga, serta waktu istirahat yang cukup.

“Pada pendonor, proses donor darah membantu mengurangi kelebihan zat besi karena setiap donasi menghilangkan sejumlah zat besi bersama sel darah merah. Hal ini mencegah penumpukan zat besi yang dapat memicu gangguan kesehatan, seperti penyakit jantung dan kelelahan,” tambahnya.

Baca juga :  Tips Sehat Menikmati Hidangan di Hari Raya Idulfitri 1447 H

Dalam kesempatan tersebut, Elisabeth juga menegaskan komitmen Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah dalam menjamin keamanan darah yang disalurkan. Setiap calon pendonor, katanya, wajib melalui beberapa tahapan, diawali dengan skrining kesehatan.

Pada tahap skrining dilakukan wawancara dan pemeriksaan medis untuk memastikan pendonor memenuhi syarat, antara lain usia yang mencukupi, berat badan sesuai ketentuan, kadar hemoglobin (Hb) normal, tekanan darah normal, serta tidak memiliki penyakit tertentu atau kondisi berisiko.

Setelah dinyatakan memenuhi syarat, proses pengambilan darah dilakukan. Darah yang terkumpul selanjutnya melalui tahap pengelolaan, termasuk pemisahan menjadi beberapa komponen dan pengujian laboratorium secara menyeluruh untuk memastikan darah bebas dari penyakit menular.

Darah yang telah lolos seluruh pemeriksaan kemudian disimpan dengan prosedur dan suhu yang berbeda-beda sesuai jenis komponennya, sebelum didistribusikan kepada pasien yang membutuhkan.

Baca juga :  Gubernur Sulteng Kukuhkan Hestiwati Nanga Sebagai Bunda Literasi Parigi Moutong di Festival Literasi 2025

“Keamanan dan kualitas darah merupakan prioritas utama. Darah yang disalurkan benar-benar dipastikan aman, steril, dan sesuai dengan kebutuhan medis pasien,” pungkas Elisabeth.

Dalam kesempatan tersebut, Elisabeth menegaskan komitmen Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah dalam memenuhi ketersediaan darah sesuai dengan instruksi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni sebesar 2 persen dari jumlah penduduk di suatu wilayah.

Ia menjelaskan bahwa setiap pendonor akan melalui tahapan seleksi, pengambilan darah, pengelolaan, hingga pendistribusian darah yang dilakukan sesuai dengan standar pelayanan. Seluruh proses tersebut bertujuan untuk menjamin mutu dan keamanan pelayanan darah agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah berharap partisipasi masyarakat dalam donor darah terus meningkat sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus dukungan terhadap pelayanan kesehatan yang berkelanjutan.

Total Views: 11170

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *