Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Bencana & Kemanusiaan

BPBD Banggai Gelar Gladi Lapangan Simulasi Bencana, Uji Rencana Kontingensi dan Kedaruratan

×

BPBD Banggai Gelar Gladi Lapangan Simulasi Bencana, Uji Rencana Kontingensi dan Kedaruratan

Sebarkan artikel ini
(Foto:Ist)

Bisalanews.id, Parmout – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai menggelar gladi lapangan simulasi penanganan bencana pada Kamis (4/12/2025) di kawasan perkantoran Bukit Halimun, Luwuk Selatan.

Kegiatan simulasi ini bertujuan untuk menguji rencana kontingensi (renkon) dan rencana penanganan kedaruratan bencana yang telah disusun BPBD sebagai pedoman dalam menghadapi potensi darurat bencana.

Example 300x600

Saat memimpin apel gelar pasukan, peralatan, dan kesiapsiagaan simulasi banjir serta gempa bumi, Wakil Bupati Banggai, Furqanuddin Masulili, menegaskan bahwa penyusunan dokumen renkon dan rencana kedaruratan merupakan langkah nyata dalam upaya penyelamatan manusia, menjaga keberlanjutan ekonomi, dan memastikan stabilitas pelayanan pemerintahan.

Baca juga :  Zulfinasran : Tagana Parigi Moutong Dapat Dukungan Dana Perlengkapan dari Pemda

Menurut Wabup Furqanuddin, untuk menjadi daerah yang tangguh bencana, diperlukan perencanaan yang terukur, koordinasi lintas lembaga yang efektif, serta SDM yang terlatih dan mampu mengambil keputusan cepat serta tepat.

“Kegiatan gladi simulasi ini dirancang untuk menguji dan menyempurnakan ketiga komponen tersebut,” ujar Wabup Furqanuddin.

Simulasi ini melibatkan unsur TNI, Polri, Basarnas, BMKG, Dinas Kesehatan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Satpol PP, PMI, serta berbagai kelompok relawan. Pelibatan multipihak tersebut penting untuk memetakan peran dan tanggung jawab masing-masing lembaga ketika terjadi kondisi darurat.

“Dengan demikian, setiap aktor penanggulangan bencana akan tahu apa yang harus dilakukan. Tidak bekerja secara sektoral, tetapi terintegrasi sebagai satu kesatuan dalam penanganan darurat,” tambahnya.

Wabup berharap keberadaan renkon dan rencana kedaruratan dapat memperkuat budaya keselamatan dan mitigasi, serta meningkatkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, media, akademisi, dan relawan.

Kepala BPBD Banggai, Fery Sujarman, menjelaskan bahwa penyusunan renkon dan rencana kedaruratan telah melalui serangkaian kegiatan, mulai dari workshop sosialisasi, focus group discussion (FGD), hingga table top exercise (TTX).

“Dalam kegiatan inilah kita menguji renkon yang telah disusun berdasarkan hasil FGD penyusunan renkon yang dilaksanakan pada 6 November lalu,” ungkap Fery.

Ia menambahkan bahwa penyusunan renkon merupakan bagian dari upaya BPBD dalam meningkatkan Indeks Ketahanan Daerah (IKD).

“Melalui simulasi ini, masyarakat dan petugas dilatih serta diberikan pemahaman terkait langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana,” tandasnya.

Tim Liputan Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DKISP) Kabupaten Banggai

Total Views: 1309

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *