
Bisalanews.id, Parmout – Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Parigi, Drs. Ardin, M.Pd., menanggapi insiden penolakan makanan bergizi yang dikirim oleh mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat (24/10/2025). Ia mengaku baru mengetahui kejadian tersebut melalui pesan WhatsApp setelah salat Jumat.
“Saya baru tahu ada penolakan setelah salat Jumat. Biasanya setiap kali ada keterlambatan pengantaran, pihak dapur selalu mengonfirmasi ke saya. Jadi mungkin ini hanya miskomunikasi,” jelas Ardin saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Ia membenarkan bahwa pihak sekolah memiliki aturan untuk tidak menerima makanan yang diantarkan melewati pukul 10.00 WITA. Meski demikian, ia menegaskan akan menindaklanjuti persoalan tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman lebih lanjut.
“Besok kami akan mengundang pihak dapur untuk membicarakan kejadian ini. Kami berharap ada komunikasi yang lebih baik agar hal seperti ini tidak terulang lagi,” ujarnya.
Ardin juga menyayangkan keterlambatan informasi yang membuat kedua pihak dirugikan. Ia menegaskan bahwa sekolah mendukung penuh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dan berharap pelaksanaannya berjalan lancar sesuai aturan yang telah disepakati.
















