
Parigi Moutong, Bisalanews.id – Manajemen BLUD RSUD Anuntaloko Parigi mengambil langkah strategis dengan merencanakan relokasi ruang pemulasaraan jenazah ke lokasi yang lebih representatif. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus mengakomodasi aspirasi masyarakat terkait keberadaan fasilitas tersebut yang selama ini berada di dekat kawasan permukiman.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Anuntaloko Parigi, Irwan, mengatakan keputusan relokasi merupakan hasil evaluasi menyeluruh terhadap berbagai masukan yang diterima dari masyarakat dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, rumah sakit berkewajiban memberikan pelayanan yang optimal tanpa mengabaikan kenyamanan lingkungan sekitar.
“Kami menghargai setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat. Karena itu, kami menyiapkan lokasi baru untuk ruang pemulasaraan jenazah agar pelayanan tetap berjalan sesuai standar rumah sakit, namun tidak lagi berada di area yang berdekatan dengan permukiman warga,” ujar Irwan, Jumat (26/06/2026).
Ia menjelaskan, bangunan ruang pemulasaraan yang ada saat ini sebenarnya telah memenuhi ketentuan dasar operasional dan dilengkapi dengan pagar pembatas. Namun demikian, letaknya yang berdekatan dengan kawasan hunian masih menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian warga sehingga perlu dicarikan solusi yang lebih baik.
Menurut Irwan, pihak rumah sakit memahami bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga harus memperhatikan sisi psikologis masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan rumah sakit.
“Selama ini warga menyampaikan keberatan terhadap lokasi fasilitas tersebut. Walaupun sudah ada tembok pembatas, kami memahami bahwa aspek psikologis masyarakat juga harus menjadi perhatian,” katanya.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap aspirasi masyarakat, manajemen RSUD Anuntaloko Parigi memutuskan untuk tidak mengoperasikan sementara ruang pemulasaraan yang ada hingga lokasi baru selesai dipersiapkan.
Irwan menegaskan, penentuan lokasi baru dilakukan melalui berbagai pertimbangan, tidak hanya memperhatikan jaraknya dari kawasan permukiman, tetapi juga memastikan fasilitas tersebut tidak berada terlalu dekat dengan ruang perawatan pasien.
“Kami ingin menghadirkan lokasi yang benar-benar ideal. Selain tidak mengganggu masyarakat sekitar, keberadaannya juga tidak menimbulkan ketidaknyamanan bagi pasien maupun keluarga yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit,” jelasnya.
Ia menambahkan, bangunan ruang pemulasaraan yang saat ini tidak akan dibiarkan terbengkalai. Manajemen telah menyiapkan rencana pemanfaatan kembali bangunan tersebut untuk mendukung kebutuhan operasional rumah sakit.
“Bangunan yang ada tetap akan dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan pelayanan rumah sakit. Nantinya bisa dialihfungsikan menjadi gudang atau kebutuhan operasional lain yang lebih sesuai,” ungkap Irwan.
Melalui kebijakan relokasi ini, RSUD Anuntaloko Parigi berharap pelayanan pemulasaraan jenazah tetap dapat dilaksanakan sesuai standar pelayanan kesehatan, sekaligus menciptakan lingkungan rumah sakit yang lebih tertata, nyaman, dan harmonis dengan masyarakat sekitar.
“Harapan kami, relokasi ini menjadi solusi yang baik bagi semua pihak. Rumah sakit tetap dapat memberikan pelayanan secara profesional, sementara masyarakat dan pasien juga memperoleh rasa nyaman terhadap lingkungan rumah sakit,” pungkas Irwan.













