Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Bencana & Kemanusiaan

Ariesto : FPRB Parigi Moutong Prioritaskan Edukasi dan Kampanye Mitigasi Kebencanaan

×

Ariesto : FPRB Parigi Moutong Prioritaskan Edukasi dan Kampanye Mitigasi Kebencanaan

Sebarkan artikel ini

Bisalanews.id, Parmout – Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Parigi Moutong menegaskan fokus utama organisasi bukan pada pembangunan fisik, melainkan penguatan edukasi dan mitigasi penyadaran masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana.

Hal tersebut disampaikan Wakil Koordinator Umum III FPRB Parigi Moutong, Ariesto, saat Rapat Kerja FPRB yang berlangsung di Garden View and Caffe Kampal, Selasa (12/05/2026).

Example 300x600

Menurut Ariesto, keberadaan FPRB harus memiliki peran berbeda dari organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki kewenangan serta dukungan anggaran untuk menjalankan program fisik.

“FPRB hadir untuk membangun kesadaran masyarakat. Kalau hanya fokus pada program fisik, tentu tidak ada bedanya dengan OPD. Tugas utama kita adalah kampanye dan penyadaran masyarakat terkait risiko bencana,” katanya.

Baca juga :  Kades Jono Kalora Soroti Tak Ada Jadwal Pengalihan Air Sungai Parigimpuu, Warga Terdampak Kekeringan

Ia menjelaskan, pengurangan risiko bencana tidak semata-mata berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga kesiapan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.

Karena itu, FPRB dinilai perlu lebih aktif menyasar peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya di wilayah rawan bencana seperti Kayuboko dan Buranga.

“Sasaran utama kita adalah manusia. Bagaimana masyarakat memahami ancaman di wilayahnya dan mampu mengurangi risiko sejak dini,” ujarnya.

Baca juga :  Zulfinasran : Tagana Parigi Moutong Dapat Dukungan Dana Perlengkapan dari Pemda

Dalam rapat kerja tersebut, Ariesto juga mendorong adanya keterlibatan masyarakat yang lebih besar dalam program-program pemerintah daerah terkait kebencanaan dan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara OPD dan masyarakat dapat memperkuat upaya pengurangan risiko bencana secara berkelanjutan.

“Kalau program OPD membuka ruang partisipasi masyarakat lebih luas, tentu dampaknya akan lebih kuat terhadap pemberdayaan dan kesiapsiagaan masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pengurangan risiko bencana tidak diukur dari hilangnya ancaman bencana sepenuhnya, melainkan dari kemampuan menekan dampak yang ditimbulkan, termasuk jumlah korban jiwa maupun kerugian sosial.

Baca juga :  Inspektur Basarnas Kunjungi Korem 132/Tadulako, Perkuat Sinergi Penanganan Bencana di Sulteng

“Tujuan kita bukan menghentikan bencana, tetapi menurunkan tingkat risikonya. Ketika korban bisa ditekan lebih sedikit dibanding sebelumnya, itu sudah menjadi keberhasilan,” tegas Ariesto.

FPRB Parigi Moutong berharap dukungan pemerintah daerah, termasuk rencana dukungan anggaran, dapat diarahkan untuk memperkuat kegiatan edukasi, sosialisasi, dan kampanye kebencanaan di tengah masyarakat.

“Pengurangan risiko bencana harus dimulai dari kesadaran masyarakat. Karena itu, edukasi dan kampanye menjadi hal yang paling penting,” pungkasnya.

Total Views: 46

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *