Example 7970x250
Kesehatan

Parigi Moutong Atasi Kekurangan Dokter Spesialis, Siapkan Program Beasiswa

×

Parigi Moutong Atasi Kekurangan Dokter Spesialis, Siapkan Program Beasiswa

Sebarkan artikel ini
Kepala Bappelitbangda Parigi Moutong, Irwan – Foto Arsip Bisalanews.id

Bisalanews.id, Parmout – Kepala Bappelitbangda Kabupaten Parigi Moutong, Irwan, menegaskan bahwa program “Sehat Bersama” tidak hanya berfokus pada satu layanan tertentu, tetapi mencakup berbagai aspek dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam memperkuat Universal Health Coverage (UHC) agar seluruh masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan secara merata.

“Sehat bersama juga melayani kesehatan gratis dan penanganan langsung ke masyarakat,” ujar Irwan melalui pesan whatsap, Senin (04/05/2026).

Baca juga :  Bupati Parigi Moutong Tanggapi Polemik Mogok Kerja Cleaning Service RSUD Anuntaloko

Ia menjelaskan, salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penerapan sistem jemput bola, terutama dalam menangani kasus-kasus tertentu yang membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah.

“Kasus-kasus tertentu harus kita kunjungi langsung ke masyarakat,” katanya.

Selain itu, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan program beasiswa bagi tenaga medis untuk melanjutkan pendidikan dokter spesialis, guna menjawab kekurangan tenaga ahli di daerah.

“Karena kita kekurangan dokter spesialis, maka kita programkan beasiswa bagi dokter sesuai kebutuhan daerah,” jelas Irwan.

Baca juga :  Krisis Tenaga Medis dan Keamanan di Ongka Malino Disorot Keras DPRD Parigi Moutong

Ia mengungkapkan bahwa upaya pemenuhan tenaga spesialis mulai menunjukkan hasil, termasuk untuk layanan Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT).

“Alhamdulillah sudah ada dokter THT masuk, tinggal menunggu SIP, mudah-mudahan dalam satu minggu ini sudah aktif,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Irwan menyoroti pentingnya pengelolaan keuangan yang baik dalam mendukung keberlanjutan layanan kesehatan yang sebagian besar ditopang oleh BPJS Kesehatan.

“Ini sebenarnya uang berputar, tinggal bagaimana kita mengatur manajemennya dengan baik,” tegasnya.

Baca juga :  Insiden Pasien Terjebak di Lift, Alfres: RSUD Anuntaloko Parigi Harus Diundang RDP

Ia juga menekankan bahwa seluruh fasilitas yang telah disediakan pemerintah harus benar-benar dirasakan masyarakat tanpa adanya pungutan tambahan.

“Tidak boleh lagi ada pemungutan, karena semua sudah difasilitasi,” sebutnya.

Di akhir keterangannya, Irwan menegaskan pentingnya sinergi antar sektor dan perencanaan anggaran yang matang agar seluruh program kesehatan, termasuk ambulans gratis dan layanan lainnya, dapat berjalan optimal dan berkelanjutan di Kabupaten Parigi Moutong.

Total Views: 4729

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *