
Sigi, Bisalanews.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memanfaatkan momentum pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah di Kabupaten Sigi sebagai ajang memperkenalkan potensi daerah dan produk unggulan kepada masyarakat luas.
Melalui stan pameran yang dihadirkan dalam rangkaian kegiatan MTQ, Kabupaten Parigi Moutong menampilkan berbagai produk khas daerah, mulai dari hasil kerajinan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), motif batik lokal, hingga komoditas unggulan berupa durian yang selama ini menjadi salah satu identitas daerah.
Erwin Burase mengatakan, pelaksanaan MTQ tingkat provinsi tidak hanya menjadi arena perlombaan keagamaan, namun juga memiliki nilai strategis dalam memperkenalkan potensi ekonomi daerah kepada masyarakat dari berbagai wilayah di Sulawesi Tengah.
“Pameran seperti ini menjadi kesempatan baik untuk memperkenalkan produk-produk Dekranasda kita, terutama motif batik khas daerah dan durian Parigi Moutong agar semakin dikenal masyarakat luas,” ujar Erwin saat mengunjungi stan pameran MTQ, Minggu (07/06/2026).
Menurutnya, kehadiran stan pameran di arena MTQ merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung promosi ekonomi kreatif sekaligus memperluas jaringan pemasaran produk lokal.
Ia menilai, ribuan peserta dan pengunjung yang datang dari berbagai kabupaten dan kota menjadi peluang besar untuk memperkenalkan identitas khas Parigi Moutong, termasuk sektor kerajinan dan hasil perkebunan unggulan.
“MTQ bukan hanya syiar Islam dan ajang perlombaan, tetapi juga ruang untuk memperlihatkan potensi daerah yang bisa dikembangkan dan dikenal lebih luas,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap, melalui promosi yang dilakukan pada MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, produk-produk lokal semakin diminati dan memiliki peluang menembus pasar yang lebih luas, sekaligus memperkuat citra daerah di tingkat provinsi.
Pelaksanaan MTQ XXXI di Kabupaten Sigi sendiri menjadi momentum penting bagi setiap daerah untuk tidak hanya menunjukkan kemampuan peserta kafilah, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya, ekonomi kreatif, dan potensi unggulan masing-masing wilayah.













