
Bisalanews.id, Parmout – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mengakibatkan banjir di dua desa, yakni Desa Sausu Taliabo dan Desa Sausu Peore, pada Senin (13/04/2026).
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Parigi Moutong, banjir terjadi sekitar pukul 16.30 WITA, sementara laporan diterima pada pukul 19.57 WITA di hari yang sama.
Dalam laporan tersebut dijelaskan, meluapnya sungai akibat tingginya curah hujan menyebabkan genangan air merendam sejumlah rumah warga di Desa Sausu Taliabo.
“Akibat hujan dengan intensitas tinggi, sungai meluap dan merendam rumah warga di Desa Sausu Taliabo,” demikian keterangan dalam laporan Pusdalops BPBD.
Data sementara mencatat, sebanyak 5 kepala keluarga terdampak banjir tersebut. Selain itu, terdapat lima unit rumah mengalami kerusakan ringan akibat genangan air.
Tidak hanya permukiman warga, dampak banjir juga dirasakan pada infrastruktur. Di Desa Sausu Peore, bagian sayap dan oprit jembatan dilaporkan mengalami kerusakan.
“Untuk fasilitas umum, terdapat kerusakan pada sayap dan oprit jembatan di Desa Sausu Peore,” lanjut laporan tersebut.
Meski demikian, tidak ada laporan terkait kerusakan pada sektor perkebunan maupun pertanian dalam kejadian ini.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama aparat desa dan masyarakat setempat telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. Upaya yang dilakukan meliputi koordinasi dengan pemerintah desa serta asesmen untuk mengetahui dampak dan kebutuhan di lapangan.
“Langkah yang dilakukan adalah koordinasi dengan aparat desa serta melakukan assessment di lokasi kejadian,” tulis Pusdalops BPBD.
Seiring berjalannya waktu, kondisi banjir dilaporkan telah berangsur surut. Namun, kebutuhan mendesak saat ini adalah perbaikan infrastruktur, khususnya jembatan yang terdampak.
“Perbaikan jembatan dan pembuatan bronjong menjadi kebutuhan mendesak untuk mencegah kerusakan lebih lanjut,” jelas laporan tersebut.
Pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, serta segera melaporkan jika terjadi kondisi darurat di wilayah masing-masing.
















