
Bisalanews.id, Parmout – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Parigi Moutong, Faisan Lelo Badja, merespon rencana pembangunan Markas Komando Resort Militer (Makorem) 132/Tadulako di Parigi, Selasa, ( 03/03/2026.)
Faisan menegaskan bahwa pada prinsipnya Fraksi Gerindra mendukung penuh pembangunan Makorem sebagai upaya memperkuat sistem pertahanan dan keamanan di wilayah Sulawesi Tengah, khususnya Parigi Moutong.
“Kami dari Fraksi Gerindra DPRD Parigi Moutong pada dasarnya sangat mendukung pembangunan Makorem 132/Tadulako. Ini penting untuk memperkuat sistem pertahanan dan keamanan daerah,” ujar Faisan.
Meski demikian, ia meminta agar Bupati Parigi Moutong dapat mempertimbangkan secara matang lokasi yang telah ditinjau untuk perencanaan pembangunan tersebut, agar tidak berbenturan dengan pengembangan kawasan strategis lainnya.
“Kami hanya meminta agar lokasi yang dipilih benar-benar dikaji secara komprehensif. Jangan sampai pembangunan Makorem justru mengganggu kawasan yang sudah memiliki peruntukan khusus,” tegasnya.
Menurut Faisan, terdapat sejumlah lokasi alternatif yang dinilai lebih strategis dan representatif, seperti kawasan jalur dua di Desa Pombalowo, Olaya, dan Boyantongo.
Wilayah tersebut dinilai memiliki akses yang memadai serta tidak berbenturan dengan kawasan pengembangan lainnya.
“Kawasan jalur dua di Pombalowo, Olaya, dan Boyantongo menurut kami sangat strategis. Aksesnya bagus dan tidak mengganggu zona pengembangan yang sudah direncanakan sebelumnya,” jelasnya.
Sementara itu, ia menyoroti kawasan Sail Tomini yang selama ini dikenal sebagai area pengembangan pariwisata di Parigi Moutong.
Menurutnya, kawasan tersebut harus tetap dijaga dan dikembangkan sesuai dengan visi besar pembangunan sektor pariwisata daerah.
Sedangkan untuk Desa Jono Kalora, Faisan menegaskan bahwa wilayah tersebut merupakan kawasan sport center yang menjadi pondasi pembangunan olahraga di Parigi Moutong.
Kawasan itu merupakan legacy dari Longki Djanggola dan Samsurizal Tombolotutu yang telah meletakkan dasar pengembangan olahraga di daerah tersebut.
“Jono Kalora itu adalah kawasan sport center yang sudah dirintis sejak kepemimpinan Pak Longki Djanggola dan Pak Samsurizal Tombolotutu. Itu pondasi pembangunan olahraga kita, jadi perlu dipertimbangkan dengan bijak,” ujarnya.
Faisan berharap, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dapat mengambil keputusan yang tepat dengan mempertimbangkan aspek tata ruang, keberlanjutan pembangunan, serta arah kebijakan jangka panjang daerah.
“Kita ingin pertahanan kuat, pariwisata tetap berkembang, dan olahraga terus maju. Semua bisa berjalan seimbang jika direncanakan dengan matang,” pungkasnya.
















