Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Infrastruktur

PUPRP Parigi Moutong Akui Kondisi Hydrant Perlu Perbaikan

×

PUPRP Parigi Moutong Akui Kondisi Hydrant Perlu Perbaikan

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Parigi Moutong, Saeful Andriyanto saat menjawab keluhan dari Damkar saat rakor Karhutla.Selasa,(27/01/2026) – Foto : Iwan

Bisalanews.id,Parmout – Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Parigi Moutong, Saeful Andriyanto, membenarkan bahwa sejumlah hydrant milik Pemerintah Daerah Parigi Moutong saat ini sudah tidak layak digunakan.

Hal tersebut disampaikan Saeful usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang digelar di Command Center Pusdalops BPBD Parigi Moutong, Selasa, 27 Januari 2026, setelah mendengarkan pemaparan dari Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Kasat Pol PP dan Damkar).

Example 300x600

“Memang benar, ada beberapa hydrant milik Pemda Parigi Moutong yang sudah tidak bisa difungsikan. Kondisi ini disebabkan dampak bencana pada tahun 2018 dan sampai hari ini belum dapat diperbaiki,” ujar Saeful.

Baca juga :  Delis Hadiri Forum Koordinasi Pembangunan Wilayah Sulawesi

Ia menjelaskan, salah satu kendala utama dalam perbaikan hydrant adalah adanya pelebaran jalan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Menurutnya, perbaikan jaringan pipa hydrant berisiko merusak badan jalan yang telah dibangun.

“Apalagi bahu jalan sekarang sudah dicor beton semua. Kalau kita lakukan pembongkaran untuk perbaikan jaringan pipa hydrant, harus kembali berkoordinasi dan melapor ke Balai Jalan Provinsi Sulawesi Tengah. Ini yang menjadi dilema,” jelasnya.

Baca juga :  Dinas PU Parigi Moutong Optimalkan Penanganan Pasca Banjir di Palasa

Saeful juga mengungkapkan bahwa hydrant yang berada di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Parigi Moutong saat ini sudah tidak aktif.

Sementara itu, hydrant yang berada di Desa Bambalemo masih dapat digunakan dan disarankan untuk dimanfaatkan oleh pihak Pemadam Kebakaran.

“Kami menyarankan agar Damkar Parigi Moutong bisa mengakses hydrant yang ada di Desa Bambalemo karena masih aktif. Sedangkan untuk jaringan hydrant di dalam kota, ke depan akan kami cek dan evaluasi kembali seluruh kondisinya,” katanya.

Baca juga :  Ketimpangan Pembangunan di Usia 24 Tahun Parigi Moutong: Bantaya sebagai Cermin Kegagalan Kebijakan Publik

Lebih lanjut, Saeful menyampaikan bahwa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Parigi Moutong sejak tahun 2009 belum pernah dilakukan rehabilitasi. Kondisi tersebut dinilainya cukup mengkhawatirkan apabila terjadi bencana kebakaran.

“Terus terang saya juga khawatir, ketika terjadi bencana, jaringan ini tidak bisa difungsikan secara maksimal,” ungkapnya.

Sebagai langkah alternatif, Saeful menyarankan agar pihak Pemadam Kebakaran dapat langsung mengakses pipa induk yang berada di Desa Parigimpuu.

Namun demikian, ia mengakui langkah tersebut memiliki tantangan tersendiri dalam hal kecepatan penanganan di lapangan.

“Kalau memungkinkan, Damkar bisa langsung ke pipa induk di Desa Parigimpuu. Itu juga sangat berpengaruh terhadap kecepatan penanganan kebakaran,” pungkasnya.

Total Views: 2905

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *