Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Politik

PDIP Tegaskan Tak Ikut Rombongan Pemerintah, Alfres: Pemilihan Lewat DPRD Kebiri Hak Rakyat

×

PDIP Tegaskan Tak Ikut Rombongan Pemerintah, Alfres: Pemilihan Lewat DPRD Kebiri Hak Rakyat

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Kabupaten Parigi Moutong,Alfres Masboy Tonggiroh. – Foto : Bisalanews.id

Bisalanews.id,Parmout – PDI Perjuangan (PDIP) secara resmi menyatakan tidak bergabung dalam barisan pendukung pemerintah dan memilih posisi sebagai kekuatan penyeimbang.

Sikap politik tersebut menjadi keputusan utama dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP Tahun 2026, yang ditegaskan sebagai langkah menjaga demokrasi tetap berjalan sesuai relnya.

Example 300x600

Keputusan Rakernas itu ditegaskan langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Parigi Moutong yang juga Ketua DPC PDIP Parigi Moutong, Alfres Masboy Tonggiroh.

Ia menyatakan seluruh kader PDIP, termasuk di daerah, wajib tegak lurus terhadap keputusan partai.

“Sebagai kader PDIP, kami harus konsisten dan tegak lurus dengan keputusan partai. Ini adalah bagian dari menjaga hak-hak demokrasi rakyat,” ujar Alfres saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (14/1/2026).

Baca juga :  Rusdi Mastura Ikthiar Menang 48 Persen di Parigi Moutong

Alfres menyoroti wacana pengembalian sistem pemilihan kepala daerah melalui DPRD yang dinilainya sebagai kemunduran demokrasi.

Menurutnya, rakyat Indonesia telah melalui fase panjang demokrasi, mulai dari pemilihan lewat DPRD hingga pemilihan langsung oleh rakyat.

“Sekarang ini memang hak rakyat untuk memilih. Kita sudah melewati masa pemilihan lewat DPRD, lalu pemilihan langsung. Kalau kemudian dikembalikan lagi, itu sama saja dengan mengkebiri hak rakyat,” tegasnya.

Ia menambahkan, saat ini hanya tersisa satu hak mendasar rakyat yang belum dirampas, yakni hak memilih pemimpinnya sendiri.

Alfres bahkan menganalogikan bahwa banyak hak rakyat lainnya sudah hilang, termasuk hak atas kepemilikan tanah.

Baca juga :  Zulfinasran A.Tiangso Buka 02SN Dan FLS2N : Jangan Ada Diskriminasi Ke atlet Yang Berprestasi

“Sudah banyak hak rakyat yang dirampas, tanah diambil alih oleh orang-orang ini. Jangan lagi diambil satu-satunya hak rakyat yang tersisa, yaitu hak memilih,” ujarnya.

Karena itu, PDIP secara tegas menolak pemilihan kepala daerah melalui DPRD sebagaimana hasil Rakernas I 2026.

Alfres menegaskan sikap tersebut bersifat final dan mengikat seluruh struktur partai.

“Makanya kami PDIP tegak lurus terhadap hasil Rakernas, menolak pemilihan kepala daerah lewat DPRD,” tekannya.

Ia juga menegaskan, apapun hasil akhir pembahasan dan jika nantinya diundangkan, PDIP tetap akan menjalankan peran sebagai partai penyeimbang dan konsisten dengan keputusan Rakernas.

Baca juga :  Desa Air Panas Disapu Banjir Lumpur Diduga Dampak Tambang Ilegal di Kayuboko

“Biarkan rakyat yang menilai. Apakah model pemilihan yang ditawarkan partai koalisi pemerintah ini benar-benar untuk rakyat atau tidak, rakyat yang akan menilai,” tambah Alfres.

Alfres mengungkapkan, berbagai hasil survei yang dirilis media nasional menunjukkan mayoritas rakyat masih menginginkan pemilihan kepala daerah dilakukan langsung oleh rakyat, bukan melalui DPRD.

Bahkan, ia menyebutkan di internal partai koalisi pemerintah sendiri terdapat penolakan di tingkat akar rumput.

“Ini sangat politis. Apapun keputusannya, walaupun tujuh lawan satu, posisi PDIP sangat jelas: menolak dan tetap membela hak rakyat,” tutup Alfres.

Total Views: 4672

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *