Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
PendidikanPramuka

Permendikdasmen 13/2025: Pramuka Kembali Wajib di Sekolah, Parimo Siap Terapkan

×

Permendikdasmen 13/2025: Pramuka Kembali Wajib di Sekolah, Parimo Siap Terapkan

Sebarkan artikel ini
Ketua Karteker Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Parigi Moutong, Ariesto, S.Pd., M.A.P,. Foto: MRP

Bisalanews.id, Parmout – Gerakan Pramuka kembali ditetapkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib di seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah. Penegasan ini tertuang dalam Peraturan Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 13 Tahun 2025 yang baru diterbitkan oleh pemerintah.

Kebijakan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat pendidikan karakter, kemandirian, serta semangat kebangsaan peserta didik melalui kegiatan kepramukaan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Example 300x600

Hal itu disampaikan oleh Ketua Karteker Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Parigi Moutong, Ariesto, S.Pd., M.A.P, dalam kegiatan sosialisasi yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong, Selasa (4/11/2025).
Kegiatan tersebut diikuti oleh 208 peserta yang berasal dari satuan pendidikan tingkat SD se-Kecamatan Tinombo Selatan hingga Moutong.

Baca juga :  Bhabinkamtibmas Nambaru Kawal Ibadah Pagarwesi, Wujudkan Rasa Aman Umat Hindu

Menurut Ariesto, Gerakan Pramuka memiliki posisi yang istimewa dibanding kegiatan ekstrakurikuler lainnya.

“Hanya Pramuka yang secara spesifik diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, dan kini dipertegas lagi melalui Permendikbud Nomor 13 Tahun 2025,” ujar Ariesto.

Ia menambahkan, penerapan kebijakan ini merupakan upaya nyata dalam menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, gotong royong, dan cinta tanah air kepada generasi muda sejak dini.

“Pramuka bukan hanya soal baris-berbaris atau kegiatan perkemahan, tetapi tentang pembentukan karakter dan kepribadian yang tangguh,” jelasnya.

Melalui regulasi baru tersebut, satuan pendidikan di Parigi Moutong diharapkan segera menyesuaikan kembali pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka sebagai bagian wajib dari kurikulum sekolah.

Ariesto juga menegaskan komitmen Kwarcab Parimo untuk mendukung pelatihan pembina dan tenaga pendidik agar kegiatan kepramukaan di sekolah dapat berjalan optimal.

Dengan semangat “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan,” ia berharap nilai-nilai kepramukaan kembali tumbuh kuat di kalangan pelajar Parigi Moutong sebagai fondasi karakter bangsa yang berintegritas dan berjiwa sosial tinggi.

Total Views: 1147

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *