Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Ekonomi

Kemenkop UKM Apresiasi Program “Gerbang Desa” dari Parimo untuk Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

×

Kemenkop UKM Apresiasi Program “Gerbang Desa” dari Parimo untuk Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

Sebarkan artikel ini
Foto: Ist

Bisalanews.id, Jakarta – Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kemenkop UKM) memberikan apresiasi atas gagasan inovatif Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) melalui program Gerakan Membangun Desa untuk Indonesia (Gerbang Desa) yang digagas oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Parigi Moutong, Zulfinasran, S.STP., M.Si.

Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga Kemenkop UKM, Sudaryano R. Lamangkona, menilai bahwa Gerbang Desa merupakan model penguatan ekonomi berbasis desa yang potensial untuk menjadi contoh nasional dalam memperkuat ketahanan pangan.

Example 300x600

“Program ini sangat penting dan strategis. Gerbang Desa dari Parigi Moutong bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk membangun kemandirian ekonomi desa berbasis potensi lokal,” ujar Sudaryano saat kegiatan audiensi di kantor Kemenkop UKM, Kamis (09/10/2025).

Kegiatan pemaparan program dipimpin oleh Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, dan dihadiri oleh sejumlah pimpinan OPD, akademisi, serta tim Teknologi Informasi (TI). Paparan disampaikan langsung oleh Sekda Zulfinasran di hadapan perwakilan dari empat kedeputian dan Biro Manajemen Kinerja Kemenkop UKM.

Dalam presentasinya, Zulfinasran menjelaskan bahwa inti dari program Gerbang Desa adalah membangun sinergi antara Lembaga Ekonomi Daerah (LEKDA) — seperti BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) — bersama para petani untuk mengelola hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan, yang selanjutnya akan dipasarkan melalui jaringan koperasi dan pasar tradisional.

“Program ini bertujuan menciptakan mekanisme pasar yang sehat serta memperkuat rantai pasok hasil pertanian agar harga tetap stabil, sekaligus memutus praktik tengkulak yang selama ini merugikan petani dan masyarakat,” ujar Zulfinasran, yang akrab disapa Ote.

Program ini juga dilengkapi dengan platform e-commerce sebagai jembatan informasi dan transaksi antara petani, nelayan, dan masyarakat. Melalui sistem digital ini, proses jual beli dapat berlangsung secara transparan, efisien, dan akurat, sehingga tercipta kepastian harga serta hubungan langsung antara produsen dan pembeli (off taker).

Zulfinasran menjelaskan, sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan termasuk dalam kategori Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sehingga perlu mendapatkan perlindungan, kemudahan, dan pemberdayaan agar tidak terjebak dalam praktik tengkulak yang merugikan secara ekonomi.

Meski baru dirancang dalam waktu relatif singkat, ia memastikan bahwa mekanisme dan sistem kerja program Gerbang Desa telah siap untuk diimplementasikan. Zulfinasran juga menyoroti kondisi paradoks di sektor pertanian Parigi Moutong, di mana produksi beras sangat tinggi namun harga di pasaran justru tetap mahal.

“Produksi beras kita sangat besar, mencapai sekitar 70 persen. Tapi harga beras di pasaran juga tinggi. Kondisi ini membuat masyarakat kesulitan, dan dari situlah ide program ini lahir,” jelasnya.

Sebelum pertemuan berakhir, pihak Kemenkop UKM menyampaikan bahwa hasil paparan dari Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong akan didalami lebih lanjut agar dapat diintegrasikan dengan program strategis nasional yang tengah dijalankan oleh kementerian.

Total Views: 1307
Baca juga :  Polres Parigi Moutong Dukung Inovasi Administrasi Kependudukan dan Program Nikah Massal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *