Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Pendidikan

Pemkab Parigi Moutong Siapkan Sekolah Rakyat bagi 37 Ribu Lebih Siswa dari Keluarga Miskin dan Miskin Ekstrem

×

Pemkab Parigi Moutong Siapkan Sekolah Rakyat bagi 37 Ribu Lebih Siswa dari Keluarga Miskin dan Miskin Ekstrem

Sebarkan artikel ini
Plt. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Parigi Moutong, Tri Nugrah Adiyarta (Rio).

Bisalanews.id,Parmout- Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

Melalui program Sekolah Rakyat, sebanyak 37.240 calon siswa yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem akan diprioritaskan untuk mendapatkan pendidikan berkualitas secara gratis.

Example 300x600

Plt. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Parigi Moutong, Tri Nugrah Adiyarta, menjelaskan bahwa data calon siswa tersebut diambil dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menjadi dasar penetapan peserta didik Sekolah Rakyat.

“Kalau diprioritas ada prioritas satu dan dua. Dari sekian jumlah itu akan kami evaluasi, verifikasi, dan validasi kembali mana data yang menjadi prioritas untuk masuk di Sekolah Rakyat,” ujarnya saat ditemui, Kamis (19/06/2025).

Baca juga :  MTQ XX Moutong Resmi Dibuka, RS BN Jadi Sorotan

Lebih lanjut ia menerangkan, pemerintah daerah saat ini tengah menyiapkan lahan seluas enam hingga 10 hektare dengan kepemilikan alas hak yang sah seperti sertifikat dan dokumen pendukung lainnya.

Lahan tersebut akan dijadikan lokasi Sekolah Rakyat dan masih menunggu verifikasi dari Kementerian PUPR serta kementerian terkait lainnya.

“Kelayakan lahan harus bebas banjir, memiliki akses jalan, dekat layanan kesehatan, air bersih, jaringan komunikasi, serta listrik. Semua ini adalah syarat utama yang harus dipenuhi,” tambah Tri.

Baca juga :  Cegah Risiko Bencana, BPBD Gelar Edukasi Mitigasi di SMA Negeri 1 Parigi

Program Sekolah Rakyat akan menyasar anak-anak rentan putus sekolah karena alasan ekonomi, termasuk anak usia SD (7–9 tahun), SMP (13–15 tahun), dan SMA (16–21 tahun).

Konsep Sekolah Rakyat serupa dengan sekolah umum, namun lebih menitikberatkan pada pembentukan karakter dan pengembangan keterampilan hidup (life skill) serta soft skill.

“Di dalamnya ada juga pelatihan keterampilan seperti komputer dan lainnya, agar ketika lulus nanti mereka bisa bersaing di dunia kerja,” jelasnya.

Menariknya, Sekolah Rakyat ini akan menerapkan sistem boarding school atau berasrama.

Seluruh kebutuhan siswa seperti pakaian, makan, dan tempat tinggal akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.

Baca juga :  Peringati Hardiknas Plt.Kadisdikbud : Kedepan Anak di Parigi Moutong Tidak lagi Putus Sekolah

Orang tua siswa nantinya diminta menandatangani surat pernyataan menitipkan anaknya hingga menuntaskan seluruh jenjang pendidikan.

Untuk kapasitas, sekolah akan menampung enam rombongan belajar (rombel) untuk tingkat SD, tiga rombel untuk SMP, dan tiga rombel untuk SMA.

Setiap ruang kelas akan menampung maksimal 25 siswa.

Adapun pelaksanaan tahap pertama program Sekolah Rakyat akan dimulai pada Juni 2025 untuk wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, termasuk Tojo Una-una dan Buol.

Sementara itu, Kabupaten Parigi Moutong masih dalam proses pengusulan lahan dan diproyeksikan akan masuk pada tahap kedua.

“Untuk tahap satu kita belum bisa masuk karena masih dalam proses pengusulan lahan dan administrasi lainnya,” pungkas Tri Nugrah Adiyarta.

Total Views: 1133

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *