
Bisalanews.id – Calon Bupati Parigi Moutong 2024, Nizar Rahmatu, mengambil langkah hukum tegas setelah beredarnya Berita Acara (BE) pelaksanaan putusan pengadilan yang tersebar di sejumlah media sosial. (28/09/2024)
BE yang seharusnya bersifat rahasia ini dianggap merugikan Nizar, yang telah resmi ditetapkan sebagai calon Bupati dalam Pilkada 2024.
Dalam konferensi pers yang digelar di salah satu hotel di Parigi, Sabtu (28/09/2024), Nizar menyatakan bahwa dirugikan oleh informasi yang beredar.
“Saya sudah dirugikan secara materil dan imateril karena tindakan ini. Apalagi, saya sekarang sudah ditetapkan sebagai calon yang sudah dilembar negarakan, yang secara otomatis ada hak-hak saya yang perlu dihormati,” ungkapnya.
Nizar menuduh bahwa BE tersebut disebarkan oleh oknum yang tergabung dalam tim sukses pasangan calon lain, dengan tujuan menjatuhkan kredibilitasnya.
Ia menegaskan bahwa tindakan ini merupakan upaya untuk menggurui lembaga penyelenggara Pemilukada.
“Bila yang menyebarkan dari pihak independen yang tidak terikat pada calon lain, mungkin masih elok. Namun, yang menyebarkan justru tim sukses pasangan lain,” ujarnya.
Nizar juga menargetkan penyebar BE di berbagai platform, termasuk WhatsApp dan media sosial lain, serta mereka yang mengaitkan namanya dalam aksi unjuk rasa dengan membuat kartun yang menjatuhkan dirinya.
Dalam waktu 24 jam, Nizar meminta pihak-pihak yang terlibat untuk meminta maaf secara terbuka.
Jika tidak, ia akan mengambil langkah hukum lebih lanjut.
“Saya minta dalam satu kali 24 jam, oknum-oknum yang sudah menyebarkan dan merugikan saya untuk meminta maaf secara terbuka,” tegasnya.
Sementara itu, Rusli, selaku Penasehat Hukum pasangan (Bersinar), menyatakan akan segera mengirimkan somasi kepada pihak-pihak yang menyebarkan BE tersebut.
“Insya Allah, sesuai perintah, dalam waktu dekat kami akan melayangkan somasi ke sejumlah pihak,” jelas Rusli.
Nizar menambahkan bahwa ia secara pribadi mendukung semua calon untuk maju dalam Pilkada.
Namun, ia meminta agar setiap pihak menghormati keputusan penyelenggara yang telah menetapkan calon yang memenuhi syarat.
“Saya ingin semuanya maju, namun karena sudah ada putusan, mari kita hormati putusan tersebut,” tutupnya.
















