
Bisalanews.id – Dibalik prestasi yang diraih Musrifa siswi SD Inpres 2 Lemo Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng) membuat kecewa masyarakat di daerah itu.
Pasalnya, kepulangan Musrifa usai mengikuti ajang O2SN 2024 di Jakarta, seolah-olah tidak mendapat perhatian dari pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah.
“Dibalik kemenangan Musrifa, kami masyarakat Parigi Moutong kecewa dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng yang seolah tidak peduli dengan siswa berprestasi,” tegas Sekretaris PASI Parigi Moutong, Supardin usai menjemput Musrifa, Senin (26/08/2024).
Padahal kata dia, Musrifa siswi SD asal Kabupaten Parigi Moutong telah membawa harum nama daerah dengan meraih medali emas di Cabor atletik tingkat nasional.
Rasa kecewa itu kata dia, ditutupinya dengan rasa gembira pada penjemputan di Desa Toboli Kecamatan Parigi Utara.
Dimana, Pemda Parigi Moutong menjemput Musrifa dengan menggunakan mobil patroli pengawal (Patwal) Dinas Perhubungan setempat.
Kemudian, diikuti iring-iringan rombongan sejumlah mobil yang membawa atlet dan sejumlah offisial.
Penyambutan meriah ini, mulai dari Desa Toboli sampai Desa Lemo.
Bahkan, sepanjang jalan siswa-siswi mulai dari jenjang SDN hingga SMP hingga masyarakat antusias berdiri dan besorak sorai serta melambaikan tangan kepada Musrifa.
“Masyarakat yang berdiri di jalan melakukan penjemputan, juga mengucapkan terima kasih kepada Pemda Parimo yang telah memfasilitasi penjemputan ini,” ucapnya.
Selaku masyarakat Parigi Moutong, ia pun meminta agar Gubernur memberi teguran kepada kepala Dinas Pendidikan Provinsi.
Bahkan sampai saat ini tak satupun orang Disdik Provinsi memberikan ucapan.
“Kita ini mewakili Sulteng, bukan Parigi Moutong,” kata dia menirukan ucapan salah satu keluarga saat menjemput Musrifa di Bandara Sis Aljufri Palu.
Karena menurut penilaian keluarga atlet kata dia, bertentangan dengan visi dan misi Gubernur Sulteng, yakni menuju pembangunan menuju Sulteng emas.
















