
Bisalanews.id – Satu orang Anak Buah Kapal (ABK) KM Anugerah lestari 03, Jufrianto Tumbingo (39 tahun) warga Desa Lebo mengalami kecelakan kerja saat menangkap ikan menggunakan jaring di perairan laut teluk tomini dengan jarak tempuh 65 Mil atau perjalanan sekitar tujuh jam dari daratan menuju rompon. (04/08/2024)
“Sekitar Pukul 08:00 pagi,Iswandi salah seorang pemilik kapal melapor datang ke pos,bahwa ada kejadian kecelakaan kerja di KM Anugerah Lestari 03 ” Ujar Brigadir Hilmam Komandan Pos Polair Direktorat Polairud Polda Sulawesi Tengah.
Menaggapi laporan tersebut,Tim SAR gabungan segera lakukan upaya evakuasi ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan menggunakan kapal cepat milik Polres Parigi Moutong.
“Jadi kami berangkat dari pangakalan pukul 09:00 pagi tiba di perairan yang bepapasan dengan KM Anugerah pukul 12:30,Tim langsung evakuasi naikan ke kapal speed dan menuju ke darat” imbuhnya
Menurutnya,korban yang bertugas sebagai penyelam (tukang kaca) terbentur pontom (rompon) yang di gunakan sebagai wadah rumah ikan dan sarana berlindungnya penjaga rakit (palobe).
“Karena ombak besar,dirinya menyelam untuk melihat posisi ikan setelah naik ke permukaan laut korban tidak melihat rakit di atas sehingga Jufrianto berbenturan dengan rakit atau rompon” ucapnya.

Hal ini mengakibatkan luka robek di bagian kepala korban, sekitar 10 cm serta memar di bagian wajah kiri.
“sampai di darat kami langsung larikan ke ambulance untuk segera di lakukan penanganan lanjut ke rumah sakit” tukasnya.
Adapun Tim SAR gabungan terdiri dari Basarnas,Polairud Polres Parigi Moutong,Polairud Polda Sulawesi Tengah,Kapten kapal Dan Pemilik Kapal.
Evakuasi yang dilakukan dengan cepat dan koordinasi yang baik antara berbagai pihak berhasil menyelamatkan nyawa Jufrianto, meskipun ia harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
















