Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Daerah

Kabid Di Dinas PMPTSP Keluhkan Pemotongan TPP

×

Kabid Di Dinas PMPTSP Keluhkan Pemotongan TPP

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Pengendalian Pelaksana Penanaman Modal, Nurhayati Yunita saat di temui sejumlah awak media.(13/06/2024).Foto.Ist.

Bisalanews.id – Sejumlah Aparat Sipil Negara (ASN) Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah komplain pemotongan tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) tanpa alasan jelas.

“Tidak ada alasan jelas, kenapa dipotong TPP. Katanya, berdasarkan absen milik Ibu Kepala Dinas (Kadis),” ungkap Kepala Bidang Pengendalian Pelaksana Penanaman Modal, Nurhayati Yunita, di Parigi, Rabu, 12 Juni 2024.

Example 300x600

Ia menyebut, besaran TPP yang dipotong jumlahnya bervariasi dari 5 -100 persen, dan dimulai sejak Desember 2023.

Baca juga :  Kepala BPBD Kabupaten Parigi Moutong Membuka Kegiatan Pengukuhan FPRB dan RPB di Kelurahan Bantaya

Pemotongan TPP sempat dihentikan pada Januari-Maret 2024, alasan pihak Dinas PMPTSP Parimo karena jelang perayaan lebaran Idulfitri 1445 Hijriah.

“Pada April hingga Juni 2024, TPP kembali dipotong. Besarannya juga sama,” terangnya.

Selain itu, informasi yang diperolehnya, pemotongan dilakukan berdasarkan catatan Kadis PMPTSP Parimo.

Baca juga :  Warga Baliara Tolak Tambang Sirtu Diduga Dikelola Oknum Polisi di Polres Parigi Moutong

Makanya, Nurhayati ingin mempertanyakan langsung persoalan tersebut.

Namun, tak kunjung mendapatkan tanggapan.

Apabila pemotongan TPP dilakukan berdasarkan capaian kinerja ASN, ia mengaku, tidak bersepakat.

Sebab, tugas pokok dan fungsinya sebagai kepala bidang di Dinas PMPTSP Parimo, telah diambil alih oleh sang Kadis.

Baca juga :  Bupati Poso Canangkan Zona Integritas Lingkup Pemda Poso Dalam Gelaran Apel Bersama

“Saya tidak mau bicara bidang lain, pokoknya yang terjadi di bidangku. Mau-maunya (Kadis) sendiri. Pokoknya semua diatur, sampai dengan siapa berangkat perjalanan dinas,” tukasnya.

Nurhayati berharap, Kadis PMPTSP Parimo segera memberikan penjelasan dasar pemotongan TPP yang dilakukan.

Sementara itu, Kadis PMPTSP Parimo, Aswini Dimpel yang diminta keterangan, terkesan enggan memberikan komentar.

“Masih diurus di tingkat pimpinan. Nanti ya, kita ketemu,” ungkap Aswini Dimpel singkat, saat dikonfirmasi via telpon, Rabu.

Total Views: 871

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *