
Bisalanews.id – Musriva, siswa kelas lima dari Sekolah Dasar INPRES 2 Lemo, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, berhasil meraih juara pertama pada Lomba O2SN SD Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah dalam cabang olahraga atletik.
Prestasi ini mengantarkannya lolos ke tingkat nasional.Musriva, yang berlatih di bawah naungan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Parigi Moutong, mampu menorehkan prestasi cemerlang ini berkat bimbingan pelatih handal, Supardin, asal Kecamatan Ampibabo.
Berkat latihan yang intensif dan program yang terstruktur, Musriva berhasil menyingkirkan pesaingnya dari 12 kabupaten dan 1 kota se -Sulawesi Tengah pada tanggal 4 sampai 5 Juni 2024 di Kota Palu.
Kecamatan Ampibabo dikenal sebagai pusat pelatihan atletik yang telah menghasilkan banyak atlet berprestasi dari Kabupaten Parigi Moutong.
Pelatihan yang terpusat di Ampibabo memastikan para atlet mendapatkan pembinaan terbaik untuk meraih prestasi di kancah nasional.
Musriva adalah anak dari pasangan Akrin dan Rukmana.
Di usia 9 tahun, Musriva ditinggalkan oleh ibunya yang bekerja di Arab Saudi demi membantu perekonomian keluarga.
Meski menghadapi tantangan, Musriva bercita-cita menjadi atlet nasional, mengikuti jejak para seniornya seperti Noval Kurniawan, peraih medali emas PON 2012 di Riau.
Parigi Moutong telah melahirkan banyak atlet berbakat seperti Akbar, Sultan Hadi, dan Ferdi yang saat ini berkarir sebagai anggota TNI di luar Sulawesi.
Ada juga Moh. Indra yang tengah menempuh pendidikan tinggi di Jawa Timur dan meraih penghargaan mewakili Provinsi Jawa Timur di PON Aceh-Medan.
Semua atlet ini dibina oleh pelatih Saparudin S.Pd. dan asisten pelatih Hasanudin, yang selama dua tahun terakhir telah membawa banyak atlet ke tingkat nasional.
Supardin, yang juga menjabat sebagai Sekretaris PASI Parigi Moutong dan kepala pelatih, menekankan pentingnya program latihan yang benar dan terstruktur serta pemilihan atlet yang tepat.
“Dengan program latihan yang benar dan terstruktur, serta pemilihan atlet yang tepat, insya Allah kita akan dapat hasil yang maksimal dan dapat membawa nama baik kabupaten dan provinsi tercinta,” ujar Supardin.
Menurutnya, keseluruhan atlet yang dibina memiliki tekad kuat untuk membahagiakan orang tua mereka dan mengharumkan nama baik Parigi Moutong di tingkat nasional.
















