
Bisalanews.id– Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, dalam beberapa minggu terakhir berdampak signifikan terhadap kondisi perairan di Laut Teluk Tomini.(02/06/2014).
Gelombang laut yang tinggi memaksa nelayan di kawasan Kecamatan Parigi dan sekitarnya untuk tidak melaut, menyebabkan pasokan ikan menurun drastis.
Armin, seorang nelayan dari Kelurahan Bantaya, menyatakan bahwa tangkapan ikannya mengalami penurunan drastis selama dua minggu terakhir.
“Sebelumnya, jika melaut kami bisa mendapatkan sekitar satu termos per hari. Sekarang, paling banyak hanya 3 cucu atau 30 ekor per hari,” tuturnya.
Minimnya pasokan ikan dari para nelayan ini berimbas pada naiknya harga ikan segar di pasar.
Dedi, seorang pemborong ikan di Bantaya, mengeluhkan bahwa kenaikan harga ikan menyebabkan penurunan jumlah konsumen yang membeli ikan di pasar.
“Saat ini, harga ikan jenis katombo 4 ekor dihargai 20 ribu rupiah, sedangkan ikan cakalang mencapai 50 ribu rupiah per ekor. Dengan harga sebesar itu, pembeli pun menurun. Jika sebelumnya pembeli ikan di pasar berasal dari kalangan rumah tangga, kini hanya dari industri kuliner atau pedagang besar,” jelasnya.

Selain itu, Armin menyebutkan bahwa ombak tinggi mencapai 4 meter, dan tidak menutup kemungkinan gelombang air laut akan semakin meninggi hingga 5 meter saat musim pasang air laut.
Kondisi ini membuat nelayan takut melaut karena khawatir akan keselamatan mereka.
Gelombang laut yang tinggi seringkali merusak perahu nelayan, memperparah kesulitan ekonomi para nelayan di Kecamatan Parigi.
“Banyak perahu nelayan di Bantaya yang rusak akibat hempasan gelombang laut yang tinggi, sehingga kami merasa kesulitan dalam biaya kehidupan sehari-hari,” ungkap Armin.
Kenaikan harga ikan segar akibat turunnya aktivitas nelayan karena cuaca ekstrem ini juga mengakibatkan kurangnya penghasilan nelayan tangkap jenis kail.
Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, para nelayan di Parigi Moutong berharap adanya solusi dan bantuan untuk meringankan beban ekonomi mereka.
Cuaca ekstrem di Parigi Moutong tidak hanya berdampak pada penurunan hasil tangkapan ikan, tetapi juga pada perekonomian lokal secara keseluruhan.
Dengan naiknya harga ikan segar, daya beli masyarakat menurun dan mempengaruhi aktivitas ekonomi di pasar-pasar tradisional.
Para nelayan berharap agar kondisi cuaca segera membaik sehingga mereka bisa kembali melaut dengan aman dan mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Pemerintah daerah Parigi Moutong melalui Dinas Kelautan dan Perikanan diharapkan dapat memberikan bantuan dan solusi jangka panjang untuk membantu para nelayan yang terdampak cuaca ekstrem ini.
Kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Parigi Moutong menunjukkan betapa pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana bagi komunitas nelayan yang bergantung pada laut sebagai sumber mata pencaharian utama mereka.















