banner 728x250

Enggan Melaut Nelayan Parigi, Di Karenakan Cuaca Extrem : Dinas Kelautan Dan Perikanan di Minta Hadir

Puluhan Perahu Nelayan yang parkir di sepanja pantai Kelurahan Bantaya,Kecamatan Parigi,Kabupaten Parigi Moutong,Provinsi Sulawesi Tengah.(02/06/2024).Foto.Ipal

Bisalanews.id– Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, dalam beberapa minggu terakhir berdampak signifikan terhadap kondisi perairan di Laut Teluk Tomini.(02/06/2014).

Gelombang laut yang tinggi memaksa nelayan di kawasan Kecamatan Parigi dan sekitarnya untuk tidak melaut, menyebabkan pasokan ikan menurun drastis.

Armin, seorang nelayan dari Kelurahan Bantaya, menyatakan bahwa tangkapan ikannya mengalami penurunan drastis selama dua minggu terakhir.

“Sebelumnya, jika melaut kami bisa mendapatkan sekitar satu termos per hari. Sekarang, paling banyak hanya 3 cucu atau 30 ekor per hari,” tuturnya.

Minimnya pasokan ikan dari para nelayan ini berimbas pada naiknya harga ikan segar di pasar.

Dedi, seorang pemborong ikan di Bantaya, mengeluhkan bahwa kenaikan harga ikan menyebabkan penurunan jumlah konsumen yang membeli ikan di pasar.

Baca juga :  Gubernur Sulawesi Tengah Beri Sambutan Inspiratif di Rapat Paripurna DPRD Parigi Moutong

“Saat ini, harga ikan jenis katombo 4 ekor dihargai 20 ribu rupiah, sedangkan ikan cakalang mencapai 50 ribu rupiah per ekor. Dengan harga sebesar itu, pembeli pun menurun. Jika sebelumnya pembeli ikan di pasar berasal dari kalangan rumah tangga, kini hanya dari industri kuliner atau pedagang besar,” jelasnya.

Sejumlah Perahu Nelayan Yang di rapatkan ke bibir Pantai untuk Di perbaiki.(02/06/2024).Foto.Ipal.

Selain itu, Armin menyebutkan bahwa ombak tinggi mencapai 4 meter, dan tidak menutup kemungkinan gelombang air laut akan semakin meninggi hingga 5 meter saat musim pasang air laut.

Kondisi ini membuat nelayan takut melaut karena khawatir akan keselamatan mereka.

Gelombang laut yang tinggi seringkali merusak perahu nelayan, memperparah kesulitan ekonomi para nelayan di Kecamatan Parigi.

“Banyak perahu nelayan di Bantaya yang rusak akibat hempasan gelombang laut yang tinggi, sehingga kami merasa kesulitan dalam biaya kehidupan sehari-hari,” ungkap Armin.

Baca juga :  Polres Parigi Moutong Gelar Apel Siaga I Peringati Satu Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo–Gibran

Kenaikan harga ikan segar akibat turunnya aktivitas nelayan karena cuaca ekstrem ini juga mengakibatkan kurangnya penghasilan nelayan tangkap jenis kail.

Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, para nelayan di Parigi Moutong berharap adanya solusi dan bantuan untuk meringankan beban ekonomi mereka.

Cuaca ekstrem di Parigi Moutong tidak hanya berdampak pada penurunan hasil tangkapan ikan, tetapi juga pada perekonomian lokal secara keseluruhan.

Dengan naiknya harga ikan segar, daya beli masyarakat menurun dan mempengaruhi aktivitas ekonomi di pasar-pasar tradisional.

Para nelayan berharap agar kondisi cuaca segera membaik sehingga mereka bisa kembali melaut dengan aman dan mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Pemerintah daerah Parigi Moutong melalui Dinas Kelautan dan Perikanan diharapkan dapat memberikan bantuan dan solusi jangka panjang untuk membantu para nelayan yang terdampak cuaca ekstrem ini.

Baca juga :  Diduga Cabuli Santri, Oknum Pengajar Ponpes di Sigi Diproses Polisi

Kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Parigi Moutong menunjukkan betapa pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana bagi komunitas nelayan yang bergantung pada laut sebagai sumber mata pencaharian utama mereka.

Total Views: 1069

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!