Bisalanews.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong menggelar kegiatan sosialisasi dan pendampingan implementasi Intergrasi Markas Arkas SIPD serta kebijakan dana BOS dan belanja SIPLAH untuk optimalisasi tata kelola Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) jenjang SD tahun 2024. (05/03/2024)
Acara ini digelar di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong.
Menurut Ibrahim, Kabid Pembinaan Sekolah Dasar, tahun 2024 menjadi momen penting untuk mengevaluasi banyak hal dari tahun sebelumnya. Untuk itu, pihaknya mengundang narasumber langsung dari Kementerian sebagai pembanding dan pengarah dalam upaya penyempurnaan.
“Saya beberapa hari kemarin menemani tim PPK dalam pemeriksaan dana Bos. Sayangnya, hanya tiga sekolah yang dapat diperiksa pada hari Minggu kemarin,” ungkap Ibrahim.
Keterbatasan waktu dan tenaga menyebabkan pencairan dana Bos mengalami keterlambatan, mengingat jumlah sekolah yang harus diperiksa oleh Tim PPK cukup banyak.
Selain itu, dinas pendidikan menekankan perlunya berbagai kegiatan seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang harus dilaksanakan di tingkat kecamatan dan satuan pendidikan. Namun, hal ini memerlukan alokasi anggaran yang memadai.
“Pengelolaan dana Bos hanya terjadi setiap tahun dengan anggaran yang terbatas. Oleh karena itu, kami berharap ada perubahan untuk memanfaatkan dana Bos yang cukup besar, sekitar 50 miliar lebih, yang saat ini diterima oleh 423 sekolah dasar,” tambah Ibrahim.
Diharapkan melalui kegiatan sosialisasi ini, para pihak dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik melalui penjelasan langsung dari narasumber Kementerian yang akan hadir pada kesempatan berikutnya.
















