Bisalanews.id – Dalam menghadapi masa tenang menjelang hari pemungutan suara yang tinggal 6 hari lagi, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah melakukan apel siaga untuk mempersiapkan pengawasan di desa-desa terpencil dan terpencar.
Ketua Bawaslu menegaskan dalam wawancaranya bahwa persiapan pengawasan selama masa tenang, perhitungan suara, dan rekapitulasi merupakan langkah konkret untuk mencegah pelanggaran pemilu.
Melalui sosialisasi, Bawaslu berupaya melibatkan masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan kondusifitas selama proses demokrasi.
“Dalam program pengawasan, kami akan melakukan patroli di desa-desa terpencil dan terpencar yang rentan terjadi pelanggaran selama masa tenang,” ujarnya.
Bawaslu juga telah bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mengawasi distribusi logistik pemilu, memastikan agar logistik dan kertas suara sampai tepat waktu di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam kondisi aman.
“Saat ini, kami tengah mengawasi distribusi logistik yang telah dimulai sejak tanggal 8 oleh KPU, yang akan disalurkan ke setiap kecamatan dan desa,” tambahnya.
Apel siaga yang dilakukan Bawaslu menjadi bukti kesiapan kami untuk mengawal proses penyelenggaraan pemilu menjelang hari pemungutan suara.
Dengan kerjasama antar lembaga dan partisipasi masyarakat, diharapkan pemilu berjalan lancar dan demokratis.
Total Views: 606
















