Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Pendidikan

Dari Seni hingga Olahraga Tradisi, GAMPIRI Jadi Etalase Budaya Parigi Moutong

×

Dari Seni hingga Olahraga Tradisi, GAMPIRI Jadi Etalase Budaya Parigi Moutong

Sebarkan artikel ini
Pamong Budaya Disdikbud Parigi Moutong, Muhammad Taufan. Selasa (21/04/2026) – Foto : MRP

Bisalanews.id, Parmout – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong tengah menyiapkan Festival GAMPIRI sebagai ajang budaya yang lebih meriah dan inklusif.

Kegiatan yang merupakan singkatan dari Gelar Budaya Masyarakat Parigi Moutong ini direncanakan menjadi festival multikultur yang melibatkan berbagai komunitas seni dan budaya.

Example 300x600

Pamong Budaya, Muhammad Taufan, menjelaskan bahwa pelaksanaan festival semula direncanakan pada triwulan IV, tepatnya Oktober 2026.

“Awalnya sempat direncanakan digabung dengan Festival Teluk Tomini, tapi setelah dipertimbangkan, akhirnya diputuskan untuk digeser agar bisa berdiri sendiri dan lebih fokus,” ujarnya. Selasa (21/04/2026)

Baca juga :  Bappelitbangda Fasilitasi Indikasi Geografis Durian Parigi Moutong, Dorong Kesejahteraan Petani

Menurutnya, Festival GAMPIR akan menjadi ruang ekspresi bagi komunitas budaya lokal yang ada di Parigi Moutong. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga akan melibatkan program GSMS atau Gerakan Seniman Masuk Sekolah.

“Anak-anak SD dan SMP yang selama ini dilatih di sekolah akan tampil. Ada seni pertunjukan, fotografi hingga film, dan semuanya tidak dibatasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, festival ini tidak hanya menampilkan budaya dari empat suku utama di Parigi Moutong, yakni Kaili, Lauje, Tajio, dan Tialo, tetapi juga terbuka bagi budaya lain.

Baca juga :  AMPK sampaikan tuntutan ke Disdik dan DPRD Parimo

“Harapan ke depan ini menjadi festival multikultur. Siapa saja boleh tampil, baik dari suku Gorontalo, Bali, Jawa, Bugis, maupun komunitas budaya lainnya,” katanya.

Pelaksanaan festival direncanakan berlangsung selama dua malam di Alun-Alun Parigi, yang dinilai lebih strategis dan mampu menghadirkan suasana pesta rakyat.

“Kalau di lokasi lain dengan panggung kecil, kurang maksimal. Di alun-alun lebih terasa sebagai pesta rakyat,” ujarnya.

Baca juga :  Transmigrasi Berubah Arah, Parigi Moutong Disiapkan Jadi Percontohan Ekosistem Ekonomi Modern

Selain pertunjukan seni, panitia juga menyiapkan pameran budaya yang akan menampilkan artefak, foto sejarah, serta warisan budaya lokal.

“Kita ingin ke depan ini jadi semacam lumbung budaya, tempat berkumpulnya berbagai artefak dan dokumentasi sejarah daerah,” tambahnya.

Tak hanya itu, festival juga akan diramaikan dengan olahraga tradisional seperti lomba sumpit yang akan dibagi dalam kategori anak-anak dan dewasa.

“Ini upaya kita menjaga tradisi agar tetap hidup dan dikenal generasi muda,” tutupnya

Total Views: 251

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *