Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Infrastruktur

Program “Lancar Bersama”, Pemda Parigi Moutong Prioritaskan Akses Jalan Antar Desa dan Wilayah Terpencil

×

Program “Lancar Bersama”, Pemda Parigi Moutong Prioritaskan Akses Jalan Antar Desa dan Wilayah Terpencil

Sebarkan artikel ini
Kepala Bappelitbangda Kabupaten Parigi Moutong, Irwan dengan latar jalan terpencil di Desa Ogoalas,Kecamatan Tinombo. Kamis,(26/02/2026) – Foto : MR.Pakaya

Bisalanews.id,Parmout – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memprioritaskan pembukaan akses jalan antar desa dan wilayah terpencil melalui program bertajuk “Lancar Bersama”.

Program ini menjadi bagian dari strategi percepatan pembangunan infrastruktur yang menyasar daerah-daerah dengan keterbatasan akses transportasi.

Example 300x600

Langkah tersebut dinilai penting untuk mendorong konektivitas wilayah sekaligus membuka isolasi sejumlah desa yang selama ini sulit dijangkau, terutama saat musim hujan.

Pemerintah daerah menargetkan pembukaan dan peningkatan jalan dapat mempercepat mobilitas masyarakat serta distribusi hasil pertanian.

Baca juga :  Karhutla Parigi Utara–Siniu Masuki Fase Kritis, Api Belum Padam : 90 Ha Terbakar

Kepala Bappelitbangda Kabupaten Parigi Moutong, Irwan, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi guna meminta dukungan alat berat untuk mempercepat proses pembukaan akses infrastruktur di lapangan.

“Kami minta dukungan alat berat dari provinsi maupun pusat. Nantinya akan dikelola secara swakelola agar lebih efektif,” ujar Irwan.Rabu, (25/02/2026).

Menurutnya, skema swakelola dipilih agar pengelolaan alat berat bisa lebih fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan mendesak di lapangan.

Dengan demikian, pengerjaan pembukaan jalan tidak bergantung sepenuhnya pada pihak ketiga.

Baca juga :  Musrenbang RKPD 2027, Bappelitbangda Dorong SDM Pertanian Jadi Prioritas

Irwan menjelaskan, keberadaan alat berat nantinya tidak hanya dimanfaatkan untuk pembangunan jalan desa dan penghubung antar wilayah, tetapi juga dapat difungsikan dalam situasi darurat.

“Kalau terjadi bencana seperti longsor atau banjir yang memutus akses jalan, alat berat ini bisa langsung kita turunkan untuk penanganan cepat,” jelasnya.

Ia menambahkan, kesiapan infrastruktur menjadi salah satu indikator penting dalam mendukung pelayanan dasar pemerintah kepada masyarakat, termasuk akses pendidikan, kesehatan, dan distribusi logistik.

“Konektivitas antar wilayah harus menjadi prioritas. Kalau akses terbuka, maka pertumbuhan ekonomi akan bergerak dan pelayanan dasar bisa dirasakan lebih merata,” tegas Irwan.

Baca juga :  Gagal Konstruksi Jalan di Taopa Utara Rugikan Negara Rp679 Juta, BPK Bongkar Skandal Pengawasan dan Mutu Beton

Program “Lancar Bersama” juga diharapkan mampu menekan disparitas pembangunan antara wilayah pesisir, dataran, dan daerah pegunungan di Parigi Moutong yang selama ini menghadapi tantangan geografis.

Pemerintah daerah optimistis, dengan dukungan pemerintah provinsi dan pusat serta pengelolaan yang terencana, pembukaan akses jalan antar desa dapat berjalan bertahap dan berkelanjutan demi pemerataan pembangunan di Kabupaten Parigi Moutong.

Total Views: 3164

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *