
Bisalanews.id,Parmout – Penyaluran makanan bergizi gratis untuk siswa di SMA Negeri 1 Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menuai sorotan setelah pihak sekolah menolak distribusi makanan yang dikirim oleh mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat,(24/10/2025).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.50 WITA, ketika petugas dari mitra MBG Kelurahan Bantaya tiba di sekolah untuk menyerahkan makanan kepada siswa penerima manfaat.
Namun, menurut keterangan pihak mitra Hartati Ishak, makanan tersebut ditolak oleh guru di sekolah atas instruksi kepala sekolah yang menetapkan batas penerimaan hingga pukul 10.00.
“Saya selaku mitra MBG sudah bekerja maksimal, bahkan anggota kami harus berjibaku di dapur sejak dini hari agar makanan tiba tepat waktu. Tapi makanan yang kami antar jam 10.50 justru ditolak,” ungkapnya.
Ia menegaskan, sebelumnya pihaknya dan sekolah telah menyepakati batas waktu penyerahan hingga pukul 11.00 siang.
“Kemarin kita sudah sepakat batas jam 11. Apakah bapak kepala sekolah lupa?” ujarnya.
Penolakan tersebut dinilai menyakitkan, terlebih karena banyak siswa yang dikabarkan sudah menantikan makanan tersebut.
“Puluhan anak SMA Negeri 1 Parigi bahkan sempat menyusul ke dapur untuk mencari makanan. Tega sekali jika mereka tidak mendapatkannya,” tambahnya.
Pihak mitra MBG berharap kejadian serupa tidak terulang di sekolah lain yang menjadi penerima program, mengingat beberapa sekolah disebut sering menerima makanan melewati batas waktu tanpa penolakan.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi pelajar di berbagai satuan pendidikan, dengan melibatkan sejumlah mitra penyedia makanan di setiap wilayah.
















