Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Sosial Masyarakat

Dari Pesisir Bantaya, Anak Nelayan Persembahkan Juara Nasional

×

Dari Pesisir Bantaya, Anak Nelayan Persembahkan Juara Nasional

Sebarkan artikel ini
Dwi Bintang Saputra E. Yasin.

Bisalanews.id, Parmout – Hidup dalam kesederhanaan tak pernah menjadi penghalang bagi seorang pemuda pesisir Bantaya bernama Dwi Bintang Saputra E. Yasin.

Lahir pada 6 Januari 2005 dari pasangan nelayan sederhana, Erwin Yasin dan Nova Pakaya, Bintang tumbuh dengan semangat besar untuk mengubah nasib dan membuktikan bahwa anak nelayan pun bisa bersaing di kancah nasional.

Example 300x600

Mimpi itu kini terwujud. Bintang berhasil meraih Juara 2 Nasional kategori Lomba Video Kreatif 2025 dalam ajang bergengsi bertema “Merdeka Berkarya, Merdeka Berkontribusi” yang diselenggarakan BEM Faperta Malang dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-80.

Baca juga :  Dinsos ajukan rancangan Raperda tentang penyelenggaraan kesejahteraan sosial

Keberhasilan ini bukan sekadar tentang piala atau penghargaan, melainkan tentang air mata perjuangan yang akhirnya terbayar.

Sebab, di balik prestasi ini, ada cerita tentang keluarga sederhana yang bertahan dalam keterbatasan, namun tak pernah berhenti memberi doa dan semangat.

Bintang, yang kini tercatat sebagai mahasiswa semester tiga Program Hukum Tata Negara Islam di Fakultas Syariah UIN Datokarama Palu, menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang dicapainya.

“Saya hanya ingin mengangkat derajat orang tua. Mereka sudah terlalu banyak berkorban, bahkan tertatih-tatih agar saya tetap kuliah. Juara ini saya persembahkan untuk mereka,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Baca juga :  Kapolda Sulteng Memimpin Silaturahmi Offroader Se Sulawesi di Poso, membawa Misi Sosial dan Jaga Lingkungan

Perjalanan Bintang penuh liku. Ia pernah diragukan saat mengikuti ajang duta pariwisata di Sulawesi Tengah. Bahkan, pemerintah daerah Parigi Moutong kala itu,tidak memberi dukungan.

Namun, keraguan itu tidak membuatnya menyerah.“Mungkin karena saya lahir dan besar di pesisir, saya dianggap tidak bisa bersaing. Tapi saya justru jadikan itu cambuk. Saya ingin buktikan bahwa anak pesisir juga bisa,” katanya dengan lirih.

Baca juga :  Sunarti Minta Evaluasi Pembagian Rayon di Parigi Moutong

Kini, prestasi yang diraihnya menjadi bukti nyata,keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Bintang percaya, setiap anak muda memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya, asal berani mencoba dan tidak takut gagal.

“Tak apa saya diragukan. Saya belajar bahwa semua harus dimulai dari diri sendiri. Semoga pemerintah ke depan bisa lebih banyak memberi peluang untuk anak muda agar ikut membangun Parigi Moutong,” tambahnya penuh harapan.

Total Views: 1141

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *