Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Pendidikan

Kondisi Memprihatinkan, Gedung TK Negeri 2 Toribulu di Parigi Moutong Rusak Parah Pascakebakaran 2024

×

Kondisi Memprihatinkan, Gedung TK Negeri 2 Toribulu di Parigi Moutong Rusak Parah Pascakebakaran 2024

Sebarkan artikel ini
Gedung Taman Kanak-kanak (TK) Negeri 2 Toribulu di Desa Pinotu, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong yang rusak parah pasca kebakaran tahun 2024.(01/05/2025).Foto.MR

Bisalanews.id,Parmout – Gedung Taman Kanak-kanak (TK) Negeri 2 Toribulu di Desa Pinotu, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, kini dalam kondisi rusak parah.

Atap dan plafon bangunan ambruk serta mengalami kebocoran, membuat proses belajar mengajar menjadi tidak nyaman dan membahayakan keselamatan anak didik.

Example 300x600

Nurasia, S.Pd., salah satu guru di TK Negeri 2 Toribulu, mengungkapkan bahwa kerusakan tersebut terjadi sejak tahun 2024 akibat kebakaran.

Baca juga :  Kabupaten Parigi Moutong Gencar Pembenahan Formasi dan Pengangkatan Guru Non ASN

Sayangnya, hingga kini belum ada perbaikan dari pihak terkait.

“Kondisi gedung ini rusak sejak tahun 2024 lalu pasca terbakar, dan hingga hari ini tak kunjung diperbaiki,” ujar Nurasia kepada wartawan, Rabu (30/04/2025).

Menurutnya, pihak sekolah telah melaporkan kondisi gedung kepada dinas terkait, namun belum mendapat tanggapan.

Ia menyayangkan kurangnya perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi bangunan pendidikan yang berdampak langsung pada kenyamanan dan keselamatan anak-anak.

Baca juga :  Kandas Verfak Ke Dua Osgar-Alina Di Nyatakan TMS

“Ini sudah kami sampaikan kepada instansi terkait, tapi belum juga mendapat perhatian,” ungkapnya.

Meskipun dalam kondisi rusak, kegiatan belajar mengajar masih tetap berlangsung. Para guru tetap menggunakan ruang kelas yang sudah tidak layak pakai itu.

“Kami tetap menggunakan gedung meskipun dalam kondisi rusak seperti itu,” tuturnya.

Bahkan saat cuaca buruk, guru dan murid harus dipindahkan ke tempat yang lebih aman untuk menghindari risiko cedera akibat kayu yang berpotensi jatuh dari atap.

Baca juga :  Guru Inklusif Disiapkan Disdikbud Parigi Moutong

“Jadi ketika hujan atau angin melanda wilayah itu bertepatan dengan waktu belajar, kami terpaksa keluar dari ruangan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Nurasia.

“Untuk menjaga kemungkinan jangan sampai ada sisa kayu terbakar di bagian atas bangunan jatuh, itu bisa membahayakan peserta didik,” tambahnya.

Ia berharap Dinas Pendidikan atau pihak terkait segera merespon laporan ini dan melakukan perbaikan secepatnya demi kelancaran serta keamanan proses belajar mengajar.

“Kami sebagai tenaga pendidik sangat mengharapkan perhatian dari Dinas terkait untuk menyikapinya,” pungkasnya.

Total Views: 926

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *