Example 7970x250
Kesehatan

IAI Parigi Moutong Soroti Keamanan Obat dan Kekuarangan Tenaga Apoteker

×

IAI Parigi Moutong Soroti Keamanan Obat dan Kekuarangan Tenaga Apoteker

Sebarkan artikel ini
Ketua Ikatan Apoteker Kabupaten Parigi Moutong, Apt. Muhammad Basuki, M.H., saat membacakan sambutanya di Auditorium Kantor Bupati, Sabtu (26/09/2026. – Foto: MRP

Parigi Moutong,Bisalanews.id– Persoalan keamanan penggunaan obat di tengah masyarakat masih menjadi perhatian Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Parigi Moutong.

Edukasi mengenai penggunaan obat yang tepat dinilai penting, terutama bagi kelompok lanjut usia (lansia) yang rentan menggunakan obat berdasarkan pengalaman pribadi maupun informasi yang belum terverifikasi.

Di sisi lain, persoalan ketersediaan tenaga apoteker di fasilitas pelayanan kesehatan juga masih menjadi tantangan.

Dari 24 puskesmas yang ada di Kabupaten Parigi Moutong, sebanyak 10 puskesmas disebut belum terisi tenaga apoteker secara penuh dan masih bergantung pada tenaga dengan status kontrak.

Kondisi tersebut disampaikan dalam kegiatan World Pharmacists Day 2026 yang digelar IAI Kabupaten Parigi Moutong melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), dengan tema “Apoteker Hadir untuk Masyarakat, Obat Aman dan Masyarakat Sehat”.

Kegiatan berlangsung di Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong, Sabtu (26/09/2026).

Salah satu agenda kegiatan berupa pemeriksaan kesehatan dan edukasi penggunaan obat bagi masyarakat, khususnya kelompok lansia.

Ketua IAI Kabupaten Parigi Moutong, Apt. Muhammad Basuki, M.H., mengatakan pemilihan lansia sebagai sasaran kegiatan dilatarbelakangi pentingnya memberikan pemahaman mengenai penggunaan obat yang tepat dan aman.

Baca juga :  Peringatan Hari Disabilitas Internasional Di Kabupaten Parigi Moutong

Menurut Basuki, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang benar mengenai obat agar tidak hanya mengandalkan pengalaman pribadi atau informasi dari orang lain yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan.

“Target kita dalam pemeriksaan kali ini adalah lansia. Kita ingin memberikan informasi mengenai penggunaan obat yang benar, sehingga masyarakat tidak hanya mengandalkan pengalaman atau informasi dari orang lain,” kata Muhammad Basuki dalam sambutannya.

Basuki juga mengingatkan masyarakat agar tidak membeli atau mengonsumsi obat secara sembarangan. Menurutnya, masyarakat sebaiknya memperoleh obat melalui sarana pelayanan kesehatan resmi, seperti apotek, puskesmas, dan rumah sakit.

Ia secara khusus meminta masyarakat mewaspadai pihak yang menawarkan atau menjual obat dengan cara mendatangi rumah ke rumah tanpa pendampingan tenaga kesehatan.

«“Kalau ada yang membawa obat dari rumah ke rumah dan bukan tenaga kesehatan, masyarakat harus waspada,” ujarnya.

Basuki mencontohkan masih adanya kebiasaan masyarakat menggunakan obat tanpa memahami aturan penggunaan maupun indikasinya. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penggunaan antibiotik secara tidak tepat.

Ia mencontohkan seseorang yang mengalami sakit gigi kemudian membeli antibiotik hanya satu tablet. Menurutnya, pola penggunaan seperti itu menunjukkan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan obat.

Baca juga :  Direktur RSUD Anuntaloko Parigi Kembali Mangkir di RDP Kedua

“Kalau ada orang sakit gigi, kemudian hanya membeli ampicillin satu biji, itu sebenarnya keliru. Penggunaan obat harus diperhatikan dengan baik,” katanya.

Selain antibiotik, Basuki juga menyinggung penggunaan produk obat maupun obat tradisional dalam jangka panjang tanpa pengawasan tenaga kesehatan.

Masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap berbagai klaim khasiat produk yang beredar, terutama apabila keamanan dan cara penggunaannya belum dipastikan melalui informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Selain persoalan edukasi penggunaan obat, IAI Kabupaten Parigi Moutong juga menyoroti ketersediaan tenaga apoteker di fasilitas kesehatan.

Basuki menyebut dari 24 puskesmas di Kabupaten Parigi Moutong, masih terdapat 10 puskesmas yang belum terisi tenaga apoteker atau masih mengandalkan tenaga dengan status kontrak.

Ia berharap kebutuhan tenaga apoteker menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama apabila terdapat kebijakan pengangkatan aparatur sipil negara.

“Di 24 puskesmas masih ada 10 yang belum terisi tenaga apoteker atau masih berstatus kontrak. Kami berharap apabila ada pengangkatan PNS, kebutuhan tenaga apoteker ini dapat dipertimbangkan,” ujarnya.

Menurut Basuki, keberadaan apoteker di fasilitas pelayanan kesehatan memiliki peran penting dalam memberikan informasi sekaligus membantu memastikan penggunaan obat yang tepat dan aman.

Baca juga :  Viral! Warga Soroti Kondisi SD Kecil Ogomojolo di Parigi Moutong Yang Memprihatinkan, Minta Pemerintah Segera Bertindak

Hal tersebut dinilai semakin penting bagi Kabupaten Parigi Moutong yang memiliki cakupan wilayah cukup luas, sehingga akses masyarakat terhadap tenaga kesehatan dan informasi obat perlu terus diperkuat.

Basuki menegaskan peringatan World Pharmacists Day 2026 tidak semata-mata menjadi kegiatan seremonial. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk kembali memperkenalkan peran apoteker dalam menjaga kesehatan masyarakat.

“Apoteker tidak hanya berbicara tentang obat, tetapi juga memastikan apakah obat dikonsumsi secara aman dan tepat,” katanya.

Ia mengajak seluruh anggota IAI Kabupaten Parigi Moutong untuk terus menjaga integritas profesi, memperkuat kolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya, serta meningkatkan kontribusi kepada masyarakat.

“Apoteker harus hadir bukan hanya sebagai penyedia obat, tetapi sebagai tenaga kesehatan yang memberikan solusi, pendampingan, dan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Basuki mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memperoleh dan menggunakan obat serta membangun kebiasaan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

“Selamat World Pharmacists Day 2026 bagi para apoteker di Parigi Moutong. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.

Total Views: 296

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *