
Bisalanews.id,Parmout – Penutupan Turnamen Sejoli Cup I berlangsung meriah dan menyita perhatian publik.
Laga final yang digelar di Lapangan Desa Sejoli, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Minggu (01/02/2026), menghadirkan atmosfer pertandingan yang terasa layaknya laga berskala nasional.
Ribuan penonton memadati Lapangan Desa Sejoli sejak pagi hari. Mereka datang tidak hanya dari berbagai wilayah di Kabupaten Parigi Moutong, tetapi juga dari daerah tetangga seperti Gorontalo.
“Sejak pagi penonton sudah berdatangan, suasananya seperti menonton pertandingan besar,” ujar Fikri, anggota Karang Taruna Kecamatan Moutong.
Antusiasme masyarakat semakin meningkat dengan kehadiran pemain nasional tarkam, Seydou Diakite, yang dikenal luas dengan julukan Raja Tarkam.
Pemain asing asal Mali tersebut tampil memperkuat klub Putra Sejoli.
“Banyak penonton yang datang khusus untuk melihat langsung permainan Diakite,” kata Fikri.
Pertandingan final antara Putra Sejoli melawan Persilo FC berlangsung dengan tensi tinggi.
Kedua tim tampil agresif dan saling menekan demi mengamankan gelar juara Sejoli Cup I.

Namun di tengah jalannya pertandingan, terjadi insiden perebutan bola antara Seydou Diakite dan kiper Persilo FC yang mengakibatkan sang penjaga gawang mengalami luka ringan.
Perangkat pertandingan pun menghentikan laga sementara waktu guna meredam situasi.
Ketegangan meningkat ketika salah satu official Persilo FC memasuki lapangan dengan mengenakan kartu identitas (ID Card) resmi .
Awalnya, panitia mengira kehadiran official tersebut bertujuan membantu proses evakuasi kiper Persilo FC yang mengalami cedera akibat benturan dengan pemain asing asal Mali tersebut.
Namun di luar dugaan, official tersebut justru melakukan pemukulan terhadap Seydou Diakite.
Tindakan itulah yang kemudian menjadi pemicu utama terjadinya keributan di tengah pertandingan.

Panitia pelaksana,Ayub menegaskan bahwa dari sisi pengamanan, seluruh prosedur telah dijalankan secara maksimal.
Insiden tersebut terjadi murni karena kekeliruan dalam mengidentifikasi pihak yang memasuki lapangan, sehingga ke depan akses masuk lapangan akan diperketat.
Situasi yang mulai memanas dengan cepat dapat diredam berkat kesigapan panitia, aparat keamanan, serta perangkat pertandingan yang berada di lapangan.
Melihat kondisi tersebut, Sekretaris Umum KONI Kabupaten Parigi Moutong, Supardin, turun langsung ke lapangan untuk menengahi kedua tim dan seluruh pihak yang terlibat.
Supardin meminta semua pihak untuk menahan diri, menjunjung tinggi nilai sportivitas, serta menghormati jalannya turnamen yang disaksikan ribuan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa insiden tersebut harus dijadikan bahan evaluasi bersama agar tidak terulang pada kompetisi berikutnya.
“Peristiwa ini kiranya dapat menjadi bahan pembelajaran bersama agar ke depan seluruh pihak semakin menjunjung tinggi sikap, etika, dan sportivitas dalam bertanding,” ujar Supardin saat proses mediasi berlangsung.
Imbauan tersebut disepakati oleh kedua belah pihak. Pertandingan pun kembali dilanjutkan dan berjalan lancar hingga peluit panjang dibunyikan wasit.
Laga final Sejoli Cup I akhirnya dimenangkan oleh Putra Sejoli yang berhasil menaklukkan Persilo FC dengan skor tipis 1–0.
Supardin mengapresiasi sikap dewasa dan kedewasaan para pemain dari kedua tim yang mampu menyelesaikan pertandingan tanpa konflik lanjutan.
“Saya juga mengapresiasi kerja panitia serta kesiapsiagaan aparat keamanan TNI–Polri yang sangat responsif dalam menjaga situasi tetap kondusif,” ungkapnya.
Menurut Supardin, keberhasilan menjaga keamanan pertandingan tidak terlepas dari peran aktif Kepala Desa Lobu dan Kepala Desa Sejoli yang turut membantu menenangkan suasana hingga pertandingan berakhir aman.
Turnamen Sejoli Cup I pun resmi ditutup dengan prosesi pengalungan medali dan penyerahan piala.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan disambut sorak sorai ribuan penonton yang memadati Lapangan Desa Sejoli.
















