
Bisalanews.id, Parmout – Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, melakukan peninjauan langsung ke sejumlah proyek pembangunan yang dalam beberapa bulan terakhir mendapat peringatan (warning) akibat keterlambatan pekerjaan, Selasa (27/01/2026).
Peninjauan tersebut meliputi sejumlah proyek strategis nasional yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), di antaranya pembangunan Puskesmas Torue, Gedung Perpustakaan, taman dan pagar perpustakaan, serta Laboratorium Kesehatan.
Selain itu, ia juga meninjau proyek yang bersumber dari APBD Parigi Moutong Tahun Anggaran 2025, seperti ruang rawat inap Rumah Sakit Anuntaloko, musholah Inspektorat, dan area parkir kendaraan dinas.
Abdul Sahid menjelaskan, berdasarkan hasil pantauan di lapangan serta keterangan sebelumnya yang disampaikan Bupati Parigi Moutong, terdapat proyek strategis nasional yang berpotensi dilakukan pemutusan kontrak akibat keterlambatan penyelesaian pekerjaan.
“Saya juga sudah menekankan kepada pihak ketiga agar menambah jumlah tenaga kerja untuk mengejar keterlambatan,” ujar Sahid.
Meski demikian, ia mengingatkan agar percepatan pekerjaan tetap memperhatikan kualitas bangunan. Menurutnya, sisa waktu tambahan yang diberikan saat ini sangat terbatas.
“Kalau kita lihat di Puskesmas Torue, pekerjaan yang belum rampung masih cukup banyak, sementara sisa waktu tambahan hanya 12 hari,” sebutnya.
Sahid juga menyoroti kondisi pelataran Puskesmas Torue yang menggunakan paving block namun dikerjakan dalam kondisi miring dan tidak sesuai dengan perencanaan awal.
“Jika nanti hujan, tentu akan terjadi genangan air. Olehnya itu kami berharap pekerjaan dilakukan sesuai dengan perencanaan dan harapan kita bersama,” katanya.
Selain itu, Abdul Sahid mengungkapkan adanya hal yang menjadi tanda tanya terkait kondisi ruang rawat inap Rumah Sakit Anuntaloko Parigi yang telah dilakukan Provisional Hand Over (PHO) oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), meskipun belum ditandatangani secara resmi.
“Saya sempat menanyakan kepada PPK, apakah anggarannya memang hanya sampai di situ, karena di sayap kiri bangunan masih terlihat belum tuntas dan apakah masih ada lanjutan pekerjaan,” ungkapnya.
Kemudian,Sahid menyebutkan bahwa PPK langsung memberikan klarifikasi bahwa anggaran yang tersedia memang hanya mencakup pekerjaan hingga bentangan baja ringan.
“Anggaran itu memang hanya sampai di situ. Namun saya sampaikan kepada PPK agar secepatnya dilakukan pembersihan (cleaning) sehingga bangunan tersebut dapat segera difungsikan oleh masyarakat,” tegasnya.
Sahid menambahkan, waktu penambahan yang diberikan kepada pihak ketiga sudah tidak lama lagi, sehingga proses penyelesaian pekerjaan dan serah terima harus segera dipercepat.
Terkait potensi pemutusan kontrak pada proyek Puskesmas Torue, Wabup menegaskan bahwa keputusan tersebut akan diserahkan kepada tim teknis untuk dilakukan penilaian lebih lanjut.
“Secara fisik bangunannya hampir selesai, tinggal beberapa item saja yang perlu dilakukan pembenahan,” tandasnya.
















