
Bisalanews.id, Parmout – Salah satu dari 132 kepala sekolah yang dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong pada Jumat, 2 Januari 2026, adalah Nasrin, S.Pd. Dalam pelantikan tersebut, ia resmi mendapat amanah baru sebagai Kepala SMP Negeri 3 Olaya (02/01/2026).
Sebelumnya, Nasrin menjabat sebagai Kepala SMP Negeri 2 Parigi. Ia mengungkapkan bahwa mutasi tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi dan tantangan profesional yang harus dihadapi oleh seorang pemimpin pendidikan.
“Pertama, saya sudah lebih dari satu periode di SMP 2. Kemudian saya langsung ditempatkan di sekolah besar dan berada di pusat kota, tentu tantangannya luar biasa. Sekarang saya ditempatkan di sekolah desa, dan saya justru ingin merasakan tantangan itu,” ujarnya.
Menurut Nasrin, mutasi bukanlah bentuk hukuman atau ketidakpercayaan dari pemerintah daerah, melainkan sebagai ujian dan bentuk kepercayaan untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan di lingkungan yang berbeda.
“Ini bukan karena pemerintah dendam atau apa. Bagi saya, ini adalah tantangan baru dan ujian kompetensi sebagai kepala sekolah. Bagaimana saya bisa beradaptasi dan memajukan sekolah di tempat yang berbeda,” katanya.
Terkait program kerja di SMP Negeri 3 Olaya, Nasrin mengaku masih akan melakukan observasi terlebih dahulu sebelum menyusun langkah strategis ke depan. Namun demikian, ia menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas pendidikan, terutama dalam menghadapi pelaksanaan ujian akhir.
“Untuk sementara saya belum bisa menyampaikan program secara rinci, karena harus melihat kondisi lapangan terlebih dahulu. Tapi satu target saya jelas, saya ingin SMP 3 Olaya bisa mencapai kelulusan 100 persen, seperti yang pernah saya capai saat memimpin SMP 2,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa selama masa kepemimpinannya di SMP Negeri 2 Parigi, sekolah tersebut ditinggalkan dalam kondisi yang lebih baik, termasuk terealisasinya bantuan sarana seperti drum band yang merupakan hasil pengajuan proposal beberapa tahun lalu.
“Bagi saya, di mana pun ditempatkan, saya tetap harus bekerja maksimal. Tidak ada perbedaan antara sekolah di kota atau di desa. Jabatan ini adalah amanah dan berkah,” tuturnya.
Menutup pernyataannya, Nasrin menegaskan bahwa seorang pemimpin sejati tidak boleh takut menghadapi tantangan. “Justru tantangan itu yang membuat kita tumbuh. Saya senang karena diberi kesempatan untuk belajar dan mengabdi lebih luas lagi,” pungkasnya.
















