
Bisalanews.id Parmout – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menggelar Sosialisasi Pengadaan Barang dan Jasa Tahun 2025 dengan tema “Mitigasi Risiko Addendum Kontrak dalam Penyelesaian Pekerjaan Barang dan Jasa”. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Parigi Moutong, yang dalam kesempatan itu menyampaikan sambutan serta arahan mengenai peningkatan kualitas tata kelola pengadaan di daerah.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara dan para narasumber yang telah berkontribusi dalam kegiatan itu. Ia berharap materi dan pengalaman yang dibagikan dapat memperkuat pemahaman peserta dalam mengelola proses pengadaan secara profesional dan berintegritas.
Bupati menegaskan bahwa pengadaan barang dan jasa merupakan instrumen vital dalam mendukung pelaksanaan pembangunan daerah.
Proses pengadaan yang transparan, akuntabel, efisien, dan tepat waktu sangat menentukan kualitas layanan publik serta keberhasilan pembangunan di Kabupaten Parigi Moutong.
Meski demikian, ia mengakui bahwa pelaksanaan pekerjaan di lapangan kerap menghadapi dinamika yang dapat memicu keterlambatan atau perubahan lingkup kerja.
Karena itu, pemahaman mengenai mitigasi risiko addendum kontrak menjadi sangat penting agar setiap perubahan dapat dikelola secara profesional, sesuai ketentuan, dan tetap menjamin tercapainya output maupun outcome pembangunan.
Tema sosialisasi kali ini dinilai sangat relevan, mengingat addendum kontrak tidak hanya berkaitan dengan penyesuaian waktu atau biaya, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, penerapan tata kelola yang baik, serta kehati-hatian dalam memastikan penyelesaian pekerjaan tanpa menimbulkan permasalahan administrasi maupun hukum di kemudian hari.
Dalam arahannya, Bupati menekankan beberapa poin penting kepada seluruh peserta, yaitu:
- PPK dan pejabat pengadaan harus memahami secara menyeluruh regulasi terkait manajemen risiko, evaluasi kinerja penyedia, perubahan kontrak, serta tata cara pencatatan dan pelaporan.
- Addendum kontrak bukan solusi untuk setiap keterlambatan, dan hanya dapat dilakukan jika memenuhi ketentuan serta didukung justifikasi teknis yang jelas.
- Perencanaan yang matang diperlukan untuk meminimalkan potensi addendum dan memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan efektif.
- Kemitraan profesional antara pemerintah dan pelaku usaha harus dijaga dengan prinsip transparansi, keadilan, dan saling percaya.
Bupati berharap sosialisasi ini mampu memberikan pemahaman yang komprehensif, sehingga penyelenggaraan pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Parigi Moutong semakin tertib, berkualitas, dan mendukung percepatan pembangunan daerah.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong akan terus berkomitmen meningkatkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif.
Para peserta pun diminta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh serta menerapkan ilmu yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
Menutup sambutannya, Bupati mendoakan agar seluruh pihak senantiasa diberi petunjuk dan kekuatan dalam menjalankan tugas pembangunan.
Dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim”, Bupati Parigi Moutong secara resmi membuka Sosialisasi Pengadaan Barang dan Jasa Tahun 2025.
















