banner 728x250

BNPT Buka Kegiatan Youth of Indonesia (YoI) di UPI Bandung untuk Cegah Radikalisme

Kepala BNPT Dukung Pengembangan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Generasi Muda

Bisalanews.id – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen. Pol. Eddy Hartono, S.I.K., M.H., secara resmi membuka kegiatan Youth of Indonesia (YoI) melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Barat.

Acara ini diselenggarakan di Aula Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung pada Rabu (16/10/2024).

Dalam sambutannya, Eddy Hartono menegaskan bahwa BNPT akan terus mendukung pengembangan generasi muda, terutama dalam menjaga nilai-nilai budaya kearifan lokal.

Baca juga :  AIMO POSYANDUMA Dukung Kesehatan Desa dan Cegah Stunting

Hal ini penting untuk melawan pengaruh budaya asing yang menyimpang dan tidak sesuai dengan kultur bangsa Indonesia.

“YoI ini adalah wadah untuk mengembangkan generasi muda. Kami akan menyiapkan agenda agar nilai-nilai kearifan lokal di setiap daerah terjaga dengan baik, supaya tidak tergerus oleh budaya-budaya lain yang tidak sesuai dengan budaya kita,” kata Eddy saat membuka acara tersebut.

Lebih lanjut, Eddy menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk UPI, unsur Forkopimda, Kodam, serta Kedeputian Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT. Diharapkan melalui penekanan nilai-nilai kebudayaan, risiko penyebaran paham radikal terorisme di kalangan generasi muda dapat diminimalisir.

Baca juga :  Sampah Bertumpuk di Pasar Sentral Parigi Kota Adipura

“Upaya mencegah radikalisme terorisme melalui kerja sama dan penekanan pada nilai-nilai kebudayaan Indonesia diharapkan mampu mereduksi paham-paham radikal intoleran. Dengan demikian, generasi muda tidak lagi terpapar paham radikal terorisme,” ujar Kepala BNPT ke-7 tersebut.

Sebagai tuan rumah kegiatan ini, Wakil Rektor UPI, Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A., menekankan pentingnya acara ini, terutama karena melibatkan mahasiswa dan siswa SMA sederajat. Menurutnya, kelompok tersebut rentan terhadap paparan paham radikal, sehingga kesadaran akan bahaya terorisme perlu terus ditingkatkan.

Baca juga :  Anleg DPRD Minta RTRW di Ruba,Akomodir Investor Masuk IPR

“Kegiatan ini sangat penting karena melibatkan para mahasiswa dan siswa untuk bersama-sama mencegah terorisme,” tutur Didi.

Didi juga mengingatkan bahwa terorisme adalah ancaman yang dapat terjadi di mana saja dan kapan saja. Oleh karena itu, generasi muda harus lebih waspada, terutama terhadap penyebaran paham-paham radikal yang dapat menyusup melalui perangkat sehari-hari, seperti smartphone.

“Terorisme tidak hanya menyerang fisik, tapi juga hati kita. Serangan bisa datang dari mana saja, termasuk melalui genggaman kita—melalui HP yang kita pegang,” pungkasnya.

Total Views: 197

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!