
Bisalanews.id, Parmout – Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM), Rabu (18/02/2026), sebagai langkah strategis pengendalian harga dan menjaga ketersediaan bahan pokok menjelang bulan suci Ramadan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Parigi Moutong, Sofiana, menjelaskan bahwa program tersebut dilaksanakan di 11 kecamatan dengan menyasar desa-desa yang membutuhkan intervensi harga pangan.
“Gerakan Pangan Murah ini bagian dari upaya pengendalian pangan menjelang bulan suci Ramadan agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Ketahanan Pangan menyalurkan sejumlah komoditas bersubsidi. Di antaranya beras sebanyak 5 ton yang dijual dengan harga Rp55.000 per paket isi 5 kilogram. Selain itu, tersedia gula pasir, minyak goreng sebanyak 400 karton atau sekitar 1.250 liter, bawang merah 500 kilogram, bawang putih 500 kilogram, serta 750 rak telur.
Sofiana mengungkapkan, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Bahkan hingga menjelang siang, warga masih memadati lokasi penjualan meskipun sebagian stok telah habis.
“Memang masih banyak masyarakat yang ingin berbelanja, namun ketersediaan kami menyesuaikan dengan kuota subsidi dari pemerintah daerah,” jelasnya.
Ia mengakui, dibandingkan tahun sebelumnya, volume komoditas yang disalurkan mengalami penyesuaian akibat efisiensi anggaran subsidi. Jika sebelumnya mampu mencapai 10 hingga 15 ton, tahun ini jumlahnya lebih terbatas.
“Bukan pengurangan, tetapi penyesuaian karena efisiensi anggaran subsidi. Tahun lalu anggaran lebih besar, sekarang kita sesuaikan dengan kemampuan daerah,” katanya.
Sofiana memastikan, pelaksanaan GPM tahap pertama telah selesai digelar di 11 kecamatan. Ke depan, pihaknya berencana kembali melaksanakan GPM menjelang Idulfitri dan Iduladha, terutama di kecamatan yang belum tersentuh pada tahap awal.
“Insyaallah menjelang hari raya nanti kita akan laksanakan lagi di beberapa kecamatan yang belum tersentuh, agar pemerataan benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
















