Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Ekonomi

Fadli Soroti PAD DiskopUKM 30 Juta Pertahun

×

Fadli Soroti PAD DiskopUKM 30 Juta Pertahun

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Mohammad Fadli saat ditemui usai RDP bersama DiskopUKM.(19/08/2025).Foto.MR

Bisalanews.id,Parmout – Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Mohammad Fadli, menyoroti rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi pasar yang dikelola Dinas Koperasi dan UKM.

Dari lima pasar yang menjadi kewenangan dinas tersebut, PAD hanya tercatat sekitar Rp30 juta per tahun.

Example 300x600

“Mestinya pasar yang menjadi kewenangan Dinas Koperasi dan UKM ini menjadi penopang PAD kita di Parigi Moutong. Hanya saja karena lemahnya basis data, skema, serta inovasi terkait PAD, sepertinya daerah tidak dapat apa-apa dari pendapatan itu,” tegas Fadli usai rapat dengar pendapat (RDP), Selasa (19/08/2025).

Baca juga :  Polres Parigi Moutong Imbau Warga Tidak Kibarkan Bendera One Piece

Ia menilai kontribusi PAD dari retribusi pasar masih jauh dari harapan. Dengan hitungan Rp30 juta dibagi dalam 12 bulan dan dikelola lima petugas penarik retribusi, nilainya dianggap tidak memberi dampak signifikan bagi pembangunan daerah.

“Artinya dari sisi pembukaan lapangan kerja kita hanya mampu membuka lima tenaga kerja. Tetapi dari aspek kontribusi terhadap kenaikan PAD untuk kebutuhan pembangunan, kita tidak dapat apa-apa dari situ,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fadli menekankan perlunya evaluasi terkait adanya tumpang tindih antara Dinas Perindag dan Dinas Koperasi UKM dalam penarikan retribusi di pasar yang sama. Menurutnya, kondisi tersebut tidak efektif dan justru merugikan daerah.

Baca juga :  Parigi Moutong Wacanakan Desa Durian

“Ini akan menjadi agenda berikutnya, karena di tengah efisiensi oleh pemerintah pusat, PAD yang seharusnya menjadi ujung tombak pembangunan justru tidak menghasilkan apa-apa,” jelasnya.

Adapun lima pasar yang dimaksud meliputi Pasar Sausu (dua kali seminggu), Pasar Tolai (satu kali seminggu), Pasar Tinombo, Pasar Taopa, dan Pasar Ogobayas.

Sementara untuk Pasar Central Parigi, penarikan retribusinya ditangani Dinas Perindag.Fadli juga menyoroti lemahnya data yang disiapkan oleh OPD terkait.

Baca juga :  Pj. Bupati, Terima Audensi Kepala OJK Provinsi Sulteng

Menurutnya, data jumlah los, kios, maupun pedagang masih belum jelas dan hal itu menunjukkan kelemahan dalam manajemen.

“Ini harus dimerger, karena dengan adanya tumpang tindih antara Perindag dan Koperasi UKM di titik yang sama, menyebabkan dua petugas menarik retribusi. Ini jelas tidak efektif. Mestinya dilakukan oleh satu OPD saja,” tegasnya.

Fadli berharap skema penarikan retribusi dapat diperbaiki dengan menugaskan ASN yang ada, baik PNS maupun PPPK, agar tidak terjadi pemborosan anggaran dalam pembayaran tenaga tambahan.

“Bahkan dualisme penarikan retribusi ini akan berdampak pada PAD yang tidak maksimal pengelolaannya. Kalau pasar yang dibangun desa dan merupakan aset desa, maka sepenuhnya dikelola oleh Pemdes,” pungkasnya.

Total Views: 3553

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *