Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Otomotif

Musprov KONI Sulteng Ricuh, Sikap Bijak Nizar Rahmatu Tuai Apresiasi

×

Musprov KONI Sulteng Ricuh, Sikap Bijak Nizar Rahmatu Tuai Apresiasi

Sebarkan artikel ini
Ketua dan Sekretaris KONI Parigi Moutong,Faisan Badja dan Supardin.Foto Ist.

Bisalanews.id,Palu – Musyawarah Olahraga Provinsi (Musprov) KONI Sulawesi Tengah yang digelar di Sutan Raja Hotel pada Jumat (21/03/2025) berakhir ricuh.

Sekretaris KONI Kabupaten Parigi Moutong, Supardin, menilai kekisruhan tersebut bukanlah kejadian spontan, melainkan telah dirancang sejak awal untuk menciptakan kebuntuan.

Example 300x600

“Ini by desain dengan tujuan deadlock atau tidak lanjut,” ujar Supardin, Sabtu (22/03/2025).

Ia menyayangkan bahwa dalam forum tersebut tidak lagi mengedepankan prinsip-prinsip dan etika musyawarah.

Padahal, sebagian besar peserta Musprov, baik perwakilan KONI Kabupaten/Kota maupun cabang olahraga (Cabor), menghendaki agar kegiatan tetap berjalan sesuai aturan.

“Panitia sudah menjalankan Musprov berdasarkan AD/ART KONI, jadi seharusnya tidak ada alasan untuk menghambat jalannya sidang,” tambahnya.

Baca juga :  Dua Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong Lolos Verifikasi Administrasi

Meski demikian, Supardin mengaku pihaknya tidak terpancing dalam kekisruhan itu karena menghormati suasana bulan suci Ramadan.

“Sebagai seorang Muslim, kita harus bisa menahan diri dan hawa nafsu,” tegasnya.

Ia pun menyesalkan insiden yang terjadi dan menyebutnya sebagai contoh buruk dalam berorganisasi.

“Ini potret buram yang tidak patut dicontoh karena telah mencederai etika dan adab dalam berorganisasi dengan memaksakan kehendak,” keluhnya.

Di sisi lain, sikap dan keputusan Ketua Umum KONI Sulteng, M. Nizar Rahmatu, dalam menghadapi situasi ricuh tersebut justru mendapat empati dan kekaguman dari banyak peserta, terutama perwakilan KONI Kabupaten/Kota yang memiliki hak suara.

Sekretaris KONI Banggai, Sugiarto D. Djanun, mengapresiasi ketenangan Nizar dalam situasi yang sulit.

Baca juga :  Demi Xpander, Mitsubishi Bakal Mengimpor Kembali Pajero Sport

“Tidak mudah bagi seorang pemimpin untuk tetap menahan diri di tengah kekisruhan, apalagi di hadapan pejabat penting seperti Asisten I Gubernur Sulteng, Ketua Komisi IV DPRD Sulteng, perwakilan KONI Pusat, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya,” ungkapnya.

Menurut Sugiarto, Nizar menunjukkan sikap dewasa dengan menghargai dinamika yang terjadi dalam forum tersebut.

“Beliau tidak ingin hanya karena perbedaan pendapat dalam musyawarah, silaturahmi menjadi rusak,” ujarnya.

Bahkan, Nizar dengan tegas menyatakan bahwa jabatan tidak boleh diraih dengan cara-cara yang tidak baik.

“Dengan sikap dan keputusan beliau yang mampu menahan diri, termasuk menenangkan para pendukungnya, kami sangat salut dan patut mengacungkan jempol,” tegas Sugiarto.

Keputusan Nizar untuk naik ke podium dan menunda jalannya Musprov demi mengedepankan kebersamaan dinilai sebagai langkah bijak.

Baca juga :  Sayembara Maskot dan Jingle Pikada

“Apa yang beliau lakukan mencerminkan sosok pemimpin yang matang, bijaksana, dan gentleman,” kata Sugiarto.

Meski mengapresiasi sikap Nizar, Sugiarto justru menyayangkan tindakan Ketua Pengprov Akuatik Sulteng, Hidayat Lamakarate, dan Ketua KONI Buol, Abdullah Batalipu, yang dinilai ikut memanaskan suasana.

“Kedua tokoh ini adalah panutan masyarakat Sulteng. Seharusnya, mereka memberikan contoh yang baik kepada peserta Musprov, bukan malah ikut memancing ketegangan dengan teriak-teriak dan memukul meja,” sesalnya.

Sugiarto menegaskan bahwa peran pemimpin dalam forum seperti Musprov harusnya menjadi penyejuk, bukan justru menjadi pemicu kericuhan.

“Kami sangat kecewa dan menyesalkan sikap mereka. Seharusnya, mereka bertindak sebagai mediator untuk menenangkan suasana, bukan sebaliknya,” tukasnya.

Total Views: 2400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *