
Parigi Moutong,Bisalanews.id – Warga Kelurahan Masigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, digegerkan dengan penemuan seorang pria yang telah meninggal dunia di dalam rumahnya di Jalan Telkom, tepat di depan Kantor Camat Parigi, Rabu (08/07/2026) sekitar pukul 18.00 Wita.
Korban diketahui bernama Andi Supardin (52), seorang wiraswasta yang tinggal seorang diri di rumah tersebut. Jenazah ditemukan setelah warga bersama keluarga merasa curiga karena korban sudah beberapa hari tidak terlihat beraktivitas seperti biasanya.
Kapolsek Parigi, IPTU Jusman Bakri, S.H., M.H., mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya dugaan mayat di dalam sebuah rumah di Kelurahan Masigi.
“Setelah menerima laporan dari masyarakat, kami bersama personel piket, Unit Reskrim Polsek Parigi dan Tim Inafis Polres Parigi Moutong langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara,” ujar IPTU Jusman Bakri.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban ditemukan telah meninggal dunia di dalam kamar rumahnya.
Sementara itu, saksi Moh Sen (61) mengaku mulai merasa curiga setelah anaknya menyampaikan bahwa korban sudah beberapa hari tidak terlihat duduk di depan rumah seperti biasanya.
“Anak saya mengatakan kalau Om Andi sudah beberapa hari tidak kelihatan. Karena merasa khawatir, saya kemudian mencari kakak kandung korban, Andi Umar, untuk bersama-sama mengecek ke rumah korban,” katanya.
Sesampainya di rumah korban, pintu depan dalam keadaan terkunci. Kakak korban, Andi Umar, kemudian berusaha memanggil adiknya dengan mengetuk pintu beberapa kali, namun tidak mendapat jawaban.
“Karena adik saya tinggal sendirian dan tidak ada respons sama sekali, saya memutuskan masuk melalui pintu belakang dengan membuka paksa pintunya,” tutur Andi Umar.
Menurutnya, sesaat setelah pintu belakang terbuka, tercium bau menyengat dari dalam rumah.
“Saya langsung mencium bau yang sangat menyengat. Saat masuk ke kamar, saya melihat adik saya sudah meninggal dunia. Saya langsung keluar dan memberi tahu Pak Muh Sen, lalu kami melaporkan kejadian itu kepada polisi,” ujarnya.
Petugas kepolisian bersama Tim Inafis kemudian melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah menggunakan kantong jenazah.
Kapolsek Parigi mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan keluarga korban terkait penanganan lebih lanjut.
“Keluarga telah menyatakan menerima kepergian almarhum dan menolak dilakukan visum maupun membawa jenazah ke rumah sakit mengingat kondisi jenazah yang sudah membusuk,” jelas IPTU Jusman Bakri.
Sekitar pukul 18.40 Wita, keluarga memanggil seorang ustaz untuk memimpin salat jenazah sebelum almarhum dimakamkan.
“Setelah salat jenazah, almarhum dibawa menggunakan ambulans RSUD Anuntaloko Parigi menuju Tempat Pemakaman Umum di Desa Baliara, Kecamatan Parigi Barat, untuk dimakamkan secara layak,” pungkasnya.
Hingga proses pemakaman selesai, situasi di lokasi berlangsung aman dan kondusif. Polisi menyatakan penanganan telah dilakukan sesuai prosedur, sementara keluarga menerima kejadian tersebut dan tidak menghendaki pemeriksaan medis lebih lanjut terhadap jenazah.
















