Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Infrastruktur

Dialog Bersama Mahasiswa Parigi Moutong, Erwin Burase Siapkan Pembangunan Asrama Baru Putri di Palu

×

Dialog Bersama Mahasiswa Parigi Moutong, Erwin Burase Siapkan Pembangunan Asrama Baru Putri di Palu

Sebarkan artikel ini
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase didampingi Kepala Inspektorat, Sakti lasimpala, Kepala Bappelitbangda, Irwan dan Plt. kadisdikbud, Sunarti saat meninjau lokasi asrama putri di Palu. Rabu, (06/05/2026) – Foto : Bintang

Bisalanews.id, Palu – Kondisi fasilitas asrama daerah kembali menjadi sorotan seiring meningkatnya kebutuhan hunian yang layak, aman, dan mendukung aktivitas di era digital.

Keterbatasan infrastruktur penunjang seperti jaringan internet, sistem keamanan, hingga sarana pendukung lainnya menunjukkan bahwa pengelolaan asrama masih memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah.

Example 300x600

Menjawab kondisi tersebut, Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, melakukan kunjungan langsung ke Asrama Parigi Moutong pada Rabu (06/05/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau kondisi fasilitas sekaligus menyerap langsung kebutuhan para penghuni asrama.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Kepala Inspektorat Sakti Lasimpala, Kepala Bappelitbangda Irwan, Plt. Kadisdikbud Sunarti, serta Plt. Kadis PUPRP Moh. Aflianto.

Erwin Burase menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan kondisi asrama tetap layak huni dan mampu menunjang aktivitas para penghuninya.

Baca juga :  Basuki Soroti Pemangkasan Anggaran Dinas PU Parigi Moutong, Desak Prioritaskan Pembangunan Jalan dan Drainase

“Yang pertama kita mengunjungi asrama ini, kita ingin melihat langsung kondisi dan menanyakan kebutuhan yang ada, termasuk kendaraan-kendaraan yang digunakan,” ujar Erwin.

Selain meninjau kondisi bangunan, pemerintah daerah juga memberi perhatian khusus pada infrastruktur penunjang yang dinilai masih perlu ditingkatkan.

“Sekaligus kita memperhatikan infrastrukturnya asrama. Seperti tadi sudah kita tinjau semua, ada beberapa poin penting dari usulan yang disampaikan,” katanya.

Salah satu kebutuhan utama yang mencuat adalah penyediaan jaringan internet atau WiFi, yang dinilai sangat penting untuk mendukung aktivitas administrasi dan kebutuhan digital para penghuni.

“Harus ada WiFi, ini penting karena sekarang banyak kebutuhan berbasis online, termasuk pembayaran dan pengambilan data,” jelasnya.

Baca juga :  PPK Sebut Rehabilitasi Gedung Lantai 1 RS Anuntaloko Capai 100 Persen, Belum Dilakukan PHO

Selain itu, pemasangan CCTV juga menjadi prioritas guna meningkatkan keamanan lingkungan asrama dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“CCTV penting untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.

Tidak hanya fokus pada perbaikan fasilitas yang ada, Bupati juga mengungkapkan rencana pengembangan asrama, khususnya pembangunan asrama putri di bagian belakang area yang masih memiliki lahan tersedia.

“Ke depan kita rencanakan pengembangan asrama putri di belakang, karena space-nya masih ada,” ungkapnya.

Pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan fasilitas garasi untuk kendaraan roda dua milik penghuni asrama agar lebih tertata dan terlindungi.

“Insya Allah kita akan bangun garasi, bukan untuk mobil, tapi untuk motor agar kendaraan yang diparkir bisa terlindungi,” tegas Erwin.

Ia menambahkan, pembangunan garasi ditargetkan dapat direalisasikan lebih cepat melalui perubahan anggaran tahun berjalan, sementara pembangunan gedung baru akan melalui tahapan perencanaan terlebih dahulu.

Baca juga :  Ketimpangan Pembangunan di Usia 24 Tahun Parigi Moutong: Bantaya sebagai Cermin Kegagalan Kebijakan Publik

“Untuk pembangunan gedung, kita rencanakan dulu dan kemungkinan masuk dalam perubahan anggaran, sementara pembangunan garasi kita upayakan lebih cepat,” jelasnya.

Terkait rencana pembangunan gedung tambahan, Erwin menyebutkan bahwa desain konstruksi akan disesuaikan dengan kondisi geografis wilayah yang termasuk zona rawan gempa.

“Sebenarnya bisa tiga lantai, tapi karena kondisi tanah masuk zona rawan gempa, kemungkinan maksimal dua lantai saja,” pungkasnya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pembenahan menyeluruh terhadap fasilitas asrama, sehingga ke depan mampu menghadirkan lingkungan hunian yang lebih layak, aman, dan adaptif terhadap kebutuhan zaman.

Total Views: 108

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *