
Bisalanews.id, Parmout – Forum tersebut menjadi panggung penting untuk menyelaraskan arah pembangunan daerah di Sulawesi Tengah. Tidak sekadar agenda rutin, Forkkom kali ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas wilayah dalam menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, hadir sekaligus membacakan sambutan. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Parigi Moutong sebagai tuan rumah serta ucapan selamat datang kepada Gubernur Sulawesi Tengah beserta seluruh delegasi yang hadir.
Dalam sambutannya, Abdul Sahid menegaskan bahwa perencanaan pembangunan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Ia menekankan pentingnya integrasi antara pemerintah kabupaten/kota dan provinsi agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Perencanaan pembangunan harus terintegrasi antara kabupaten dan provinsi agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung pencapaian visi pembangunan daerah. Kita tidak bisa lagi bekerja secara parsial, melainkan harus mengedepankan sinergi dan kolaborasi lintas sektor,” ujarnya. Selasa Malam ( 31/03/2026)
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong saat ini fokus pada empat pilar pembangunan lima tahun ke depan, yakni peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, penguatan ekonomi, serta tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
“Empat pilar ini menjadi fondasi utama dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan perencanaan yang matang dan terintegrasi, kami optimistis pembangunan di Parigi Moutong dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” tambah Abdul Sahid.
Tak hanya itu, ia juga menegaskan komitmen daerah dalam mendukung 9 Program Berani Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah periode 2025–2030.
Program tersebut mencakup berbagai sektor strategis, seperti Berani Cerdas, Berani Sehat, Berani Lancar dan Menyala, hingga Berani Makmur dan Sejahtera.
“Kami di Kabupaten Parigi Moutong siap mendukung penuh implementasi Program Berani sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan daerah. Dukungan ini tentu harus diiringi dengan langkah konkret dan terukur di tingkat kabupaten/kota,” tegasnya.
Melalui forum ini, Abdul Sahid berharap para kepala Bappeda se-Sulawesi Tengah dapat merumuskan langkah-langkah strategis yang konkret, terutama dalam memastikan program prioritas dapat berjalan optimal baik dari sisi perencanaan maupun penganggaran.
“Forum ini harus melahirkan kesepahaman dan komitmen bersama. Sinergi antar daerah menjadi kunci agar setiap program yang dirancang benar-benar tepat sasaran dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Forkkom Bappeda ke-XXIII secara resmi dibuka oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah, Rudy Dewanto, yang hadir mewakili Gubernur Sulawesi Tengah.
















