
Bisalanews.id,Parmout – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, memaparkan rencana pengembangan industri nikel ramah lingkungan di Kecamatan Siniu sebagai bagian dari strategi menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Parigi Moutong.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Anwar Hafid dalam sambutannya pada kegiatan pelantikan pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Parigi Moutong periode 2026–2031.
Dalam pemaparannya, Anwar Hafid menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah saat ini tengah mendorong hadirnya industri pengolahan bijih nikel kadar rendah (low grade) yang telah memasuki tahap pembangunan.
“Industri ini dirancang ramah lingkungan karena tidak menggunakan batu bara dan tidak menimbulkan pencemaran.
Seluruh kebutuhan energinya akan disuplai dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA),” ujar Anwar Hafid.Sabtu,(24/01/2026)
Menurutnya, keberadaan kawasan industri nikel ramah lingkungan di Kecamatan Siniu diharapkan mampu menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi baru, tidak hanya bagi wilayah timur Sulawesi Tengah, tetapi juga wilayah barat, termasuk Kabupaten Parigi Moutong.
“Kita ingin Parigi Moutong menjadi salah satu sentra pengembangan ekonomi baru di Sulawesi Tengah,” tegasnya.
Gubernur menambahkan, pembangunan industri berwawasan lingkungan tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, sekaligus membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
“Dengan industri yang ramah lingkungan, kita tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keberlanjutan alam serta memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Parigi Moutong,” pungkas Anwar Hafid.
















