Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Ekonomi

Gubernur Sulteng Dorong Parigi Moutong Jadi Pusat Produksi Durian Dunia

×

Gubernur Sulteng Dorong Parigi Moutong Jadi Pusat Produksi Durian Dunia

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid saat menyampaikan sambutan di acara Focus Group Discussion (FGD) bertema “Dari Ladang ke Dunia” yang digelar oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bertempat di Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong. Rabu (04/06/2025).Foto.MR

Bisalanews.id,Parmout – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mendorong semua pihak untuk menjadikan Kabupaten Parigi Moutong sebagai pusat produksi durian berskala dunia.

Hal ini disampaikannya saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bertema “Dari Ladang ke Dunia” yang digelar oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Parigi Moutong dalam rangka persiapan ekspor perdana durian beku ke Tiongkok, Rabu (04/06/2025).

Example 300x600

“Saat ini, perkebunan durian terbesar di dunia masih dikuasai oleh Laos dengan luas mencapai 3.000 hektare. Tapi saya yakin, Kabupaten Parigi Moutong punya peluang besar untuk melampaui itu,” ujar Anwar Hafid di hadapan peserta FGD.

Baca juga :  KPU Parigi Moutong Gelar Tes Tulis PPS untuk Pilkada 2024

Menurutnya, potensi lahan dan dukungan masyarakat menjadi modal utama bagi Parimo untuk menjelma sebagai lumbung durian nasional bahkan global.

Gubernur Anwar meminta agar forum diskusi ini tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi dapat menghasilkan strategi konkret dan rencana aksi yang nyata.

“Mulai sekarang, saya minta seluruh jajaran di tingkat kecamatan dan desa mendata ketersediaan lahan yang bisa dimanfaatkan. Kita akan tanam bibit durian secara masif,” tegasnya.

Baca juga :  Parigi Moutong Gelar GPM Serentak, Bantu Kendalikan Inflasi dan Ringankan Beban Masyarakat

Sebagai langkah awal, Anwar Hafid menginstruksikan para camat dan kepala desa untuk segera melakukan inventarisasi lahan potensial, termasuk kawasan hutan yang dapat dikembangkan sebagai area penanaman durian.

Ia menjelaskan, pengelolaan lahan nantinya akan dilakukan melalui kerja sama dengan kelompok tani, serta pengawasan teknis dari Dinas Kehutanan dan instansi terkait.

“Yang penting lahannya dulu tersedia. Setelah itu kita cari solusi bersama agar bisa diolah menjadi perkebunan durian rakyat,” katanya.

Baca juga :  Disdikbud Parigi Moutong Larang Study Tour, Wisuda, dan Perpisahan di Sekolah

Anwar menargetkan, dalam lima tahun ke depan, Parigi Moutong dapat memiliki setidaknya 5.000 hektare perkebunan durian aktif.

Menurutnya, ketersediaan bahan baku dalam jumlah besar akan menjadi daya tarik utama bagi investor, baik dalam negeri maupun luar negeri.

Tak hanya soal kuantitas, ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas durian sebagai komoditas unggulan.

“Saya minta Bupati terus mengawal standar kualitas dan cita rasa durian. Ini kunci agar produk kita bisa bersaing di pasar global,” ujarnya.

Dengan penuh optimisme, Anwar Hafid meyakini bahwa kolaborasi antara pemerintah, petani, dan investor akan menjadikan Parigi Moutong sebagai kekuatan baru dalam industri pertanian nasional.

“Kalau semua bergerak bersama, saya yakin Kabupaten Parigi Moutong bisa menjadi raksasa baru di dunia pertanian, khususnya durian,” pungkasnya.

Total Views: 1346

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *