Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Ekonomi

Abdul Sahid Tinjau PKL di Sekitar RSUD Anuntaloko Parigi, Penataan Dilakukan Secara Persuasif

×

Abdul Sahid Tinjau PKL di Sekitar RSUD Anuntaloko Parigi, Penataan Dilakukan Secara Persuasif

Sebarkan artikel ini
Wabup Parigi Moutong, Abdul Sahid sedang berdialog langsung dengan PKL.di depan BLUD RS Anuntaloko Parigi. Senin,(23/02/2026) – Foto : Prokopim

Bisalanews.id, Parmout – Upaya penataan ruang publik terus dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong.

Wakil Bupati Abdul Sahid turun langsung meninjau lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar RSUD Anuntaloko, Senin (23/02/2026).

Example 300x600

Peninjauan tersebut melibatkan pemerintah kecamatan, pihak rumah sakit, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Pemerintah Kelurahan Masigi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah penertiban fasilitas umum agar fungsi kawasan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal dan tertib.

Baca juga :  Evaluasi Persiapan Pelaksanaan Program dan Penandatanganan Perjanjian Kinerja Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2024

Di sela kegiatan, Abdul Sahid berdialog langsung dengan para pedagang.

Para PKL berharap tetap dapat berusaha tanpa khawatir kehilangan mata pencaharian akibat penataan yang dilakukan.

Menanggapi aspirasi itu, Abdul Sahid menegaskan bahwa penataan dilakukan dengan pendekatan persuasif dan manusiawi.

Pemerintah daerah, kata dia, tidak ingin kebijakan ini merugikan masyarakat kecil.

“Penataan ini bukan bentuk pelarangan, melainkan solusi. Pemerintah hadir untuk menata agar lebih rapi, sekaligus melindungi keberlangsungan usaha masyarakat kecil,” ujar Abdul Sahid.

Baca juga :  Pj Bupati Richard Arnaldo Hadiri Pembukaan Sulteng Ekspo 2024

Ia menjelaskan, kondisi lapak yang belum tertata dengan baik justru menjadi perhatian pemerintah.

Penataan diperlukan untuk mencegah kesemrawutan dan menjaga kenyamanan pasien serta pengunjung rumah sakit.

“Kita ingin kawasan rumah sakit tetap nyaman, bersih, dan tertib, tanpa mengabaikan hak para pedagang untuk mencari nafkah,” tambahnya.

Baca juga :  Parigi Moutong Simpan Jejak Peradaban Tertua, Disdikbud Dorong Edukasi Sejarah Lokal

Keterlibatan lintas sektor dalam kegiatan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah menata ruang kota secara kolaboratif.

Satpol PP, kecamatan, kelurahan, hingga manajemen rumah sakit dilibatkan sejak awal guna meminimalkan potensi gesekan sosial.

Langkah ini diharapkan menjadi awal perubahan wajah kota yang lebih tertib dan berkeadilan, di mana ruang publik tertata baik, pelayanan kesehatan tetap optimal, dan aktivitas ekonomi masyarakat kecil tetap terlindungi.

Total Views: 6077

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *