Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Wisata

BPKP dan Kemenpar RI Dorong Parigi Moutong Jadi Destinasi Agrowisata Durian Berbasis Investasi Hijau

×

BPKP dan Kemenpar RI Dorong Parigi Moutong Jadi Destinasi Agrowisata Durian Berbasis Investasi Hijau

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahif dampingi Deputi Bidang Industri dan Investasi, Rizki Handayani Mustafa di pecking house. Jumat, (10/07/2026). Foto : ist

Parigi Moutong, Bisalanews.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menerima kunjungan kerja sekaligus audiensi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah bersama Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang diwakili Deputi Bidang Industri dan Investasi, Rizki Handayani Mustafa. Pertemuan berlangsung di ruang Wakil Bupati Parigi Moutong, Jumat (10/07/2026).

Rombongan diterima langsung oleh Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Agenda Prioritas Pengawasan (APP) BPKP Tahun 2026 yang bertujuan memperkuat pengawasan pembangunan daerah, mulai dari akuntabilitas investasi, tata kelola akses pembiayaan, hingga pengelolaan persampahan sebagai penunjang destinasi wisata yang bersih dan berkelanjutan.

Example 300x600

Mengusung tema Mengakselerasi Investasi Hijau Menuju Daerah Tangguh, Bersih, Berkelanjutan, dan Berdaya Saing,” kegiatan visitasi lapangan dan audiensi ini menjadi wadah untuk menyelaraskan kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong pembangunan ekonomi yang berorientasi pada investasi ramah lingkungan.

Baca juga :  Dugaan Penyaluran Gelap Disorot, SPBU Kampal Klaim Sudah Sesuai Prosedur

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Abdul Sahid menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kabupaten Parigi Moutong sebagai lokasi visitasi. Menurutnya, kehadiran BPKP dan Kementerian Pariwisata menjadi momentum penting untuk mempercepat pengembangan potensi ekonomi daerah.

“Alhamdulillah, ini merupakan rezeki bagi Kabupaten Parigi Moutong. Pemerintah daerah menyambut baik kunjungan ini. Kami berharap para pelaku usaha, khususnya pengusaha packing house, dapat semakin berkembang sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi komoditas unggulan daerah,” ujar Abdul Sahid.

Ia menegaskan bahwa Parigi Moutong memiliki sumber daya alam yang melimpah, terutama pada sektor pertanian. Komoditas seperti durian dan kelapa dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan secara terintegrasi, baik sebagai komoditas ekspor maupun sebagai daya tarik wisata.

“Sumber daya alam kita sangat besar. Ada durian, kelapa, dan berbagai komoditas lainnya. Yang terpenting adalah bagaimana pemerintah dan masyarakat dapat bersinergi dalam satu visi untuk mengembangkan potensi tersebut,” katanya.

Baca juga :  Parigi Moutong Pikat Industri Pariwisata Nasional, Sekda Paparkan Potensi Teluk Tomini di Kementerian Pariwisata

Abdul Sahid juga berharap pendampingan BPKP dapat terus dilakukan agar tata kelola pemerintahan, khususnya dalam bidang investasi dan pembangunan, semakin transparan, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik.

Sementara itu, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata RI, Rizki Handayani Mustafa, menjelaskan bahwa arah pembangunan sektor pariwisata saat ini harus berfokus pada konsep quality tourism atau pariwisata berkualitas yang berkelanjutan dengan didukung diversifikasi produk wisata.

Menurutnya, Parigi Moutong memiliki peluang besar mengembangkan konsep agrowisata durian, mengingat komoditas tersebut telah dikenal hingga pasar ekspor.

“Selama ini durian Parigi Moutong lebih dikenal sebagai komoditas ekspor. Padahal, ada nilai tambah yang sangat besar jika dikembangkan menjadi produk wisata. Ketika sektor wisata tumbuh, maka kebutuhan terhadap hotel, transportasi, restoran, hingga pelaku UMKM juga akan meningkat. Ini menjadi pasar wisata yang unik dan memiliki karakter tersendiri,” jelas Rizki.

Baca juga :  Karhutla Parigi Utara–Siniu Masuki Fase Kritis, Api Belum Padam : 90 Ha Terbakar

Ia menambahkan, perbedaan musim panen durian di berbagai wilayah Parigi Moutong menjadi keunggulan kompetitif yang memungkinkan kunjungan wisatawan berlangsung hampir sepanjang tahun. Karena itu, daerah perlu memperkuat strategi promosi melalui penyusunan narasi (storytelling) yang mampu mengangkat keunikan durian Parigi Moutong di tingkat nasional maupun internasional.

Rizki menilai komitmen kepala daerah menjadi faktor utama dalam keberhasilan pengembangan sektor pariwisata. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah terhadap industri pendukung akan menjadi daya tarik bagi investor untuk menanamkan modal di Parigi Moutong.

“Saya melihat semangat yang luar biasa dari Pak Wakil Bupati untuk mendorong potensi ini menjadi atraksi wisata. Jika komitmen tersebut terus dijaga dan didukung seluruh pemangku kepentingan, saya optimistis sektor pariwisata Parigi Moutong akan berkembang lebih baik serta mampu menarik investasi yang lebih luas,” pungkasnya.

Total Views: 91

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *