Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Agama

Ribuan Jamaah Hadiri Haul ke-58 Guru Tua, Anwar Hafid Ajak Lanjutkan Perjuangan Pendidikan dan Akhlak

×

Ribuan Jamaah Hadiri Haul ke-58 Guru Tua, Anwar Hafid Ajak Lanjutkan Perjuangan Pendidikan dan Akhlak

Sebarkan artikel ini
Samping kanan – Menteri ATR/BPN RI Nusron Wahid, Tengah – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid. – samping kiri – Ketua Utama Alkhairaat, Habib Alwi bin Saggaf bin Muhammad Al-Jufri. Rabu (01/04/2026) – Foto : MRP

Bisalanews.id, Palu – Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri atau yang dikenal sebagai Guru Tua merupakan ulama besar yang memiliki peran penting dalam penyebaran Islam dan pengembangan pendidikan di kawasan Indonesia Timur, khususnya Sulawesi Tengah. Lahir di Tarim, Hadramaut (Yaman), Guru Tua datang ke Nusantara pada awal abad ke-20 dan kemudian menetap di Palu.

Pada tahun 1930, beliau mendirikan Alkhairaat yang kemudian berkembang menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam terbesar di Indonesia Timur.

Example 300x600

Melalui Alkhairaat, Guru Tua membangun ratusan madrasah yang tersebar di berbagai wilayah, seperti Sulawesi, Maluku, hingga Kalimantan.

Perjuangan Guru Tua tidak hanya berfokus pada pendidikan formal, tetapi juga pembinaan akhlak dan dakwah Islam yang moderat serta penuh keteladanan.

Di tengah keterbatasan sarana dan kondisi geografis yang menantang, beliau tetap berkeliling dari satu daerah ke daerah lain demi menyebarkan ilmu dan nilai-nilai keislaman.

Warisan terbesar Guru Tua adalah semangat pendidikan berbasis ilmu dan akhlak yang hingga kini terus dijaga oleh para murid dan keturunannya yang dikenal sebagai Abnaul Khairaat.

Semangat tersebut kembali digaungkan dalam peringatan Haul ke-58 Guru Tua yang digelar di Kompleks Alkhairaat, Kota Palu, Rabu (01/04/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, serta diikuti ribuan jamaah dari berbagai daerah dengan penuh khidmat.

Baca juga :  Pj Bupati Richard Arnaldo Pimpin Safari Ramadhan Ke Masjid Jami Desa Moutong Tengah

Dalam kesempatan itu, Anwar Hafid mendampingi Ketua Utama Alkhairaat, Habib Alwi bin Saggaf bin Muhammad Al-Jufri. Peringatan haul tahun ini mengusung tema “Meneguhkan Spirit Keteladanan Guru Tua dalam Bingkai Ilmu dan Akhlak”, yang menegaskan pentingnya ilmu dan akhlak sebagai fondasi utama peradaban.

Di hadapan jamaah, Gubernur menegaskan bahwa kehadiran masyarakat bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud cinta yang tulus kepada Guru Tua.

“Kalau bukan karena cinta kepada Guru Tua, tidak mungkin kita ada di sini. Ini adalah cinta yang tidak terbatas,” ujar Anwar Hafid.

Ia juga mengajak seluruh Abnaul Khairaat untuk membuktikan kecintaan tersebut melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Tanda cinta kita bukan hanya hadir di haul, bukan hanya memasang foto. Tanda cinta kita adalah melanjutkan perjuangan Guru Tua,” tegasnya.

Menurut Gubernur, Guru Tua telah jauh lebih dulu merancang arah kemajuan peradaban melalui pendidikan, bahkan sebelum gagasan Indonesia Emas 2045 digaungkan. Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan warisan utama yang harus terus dijaga dan dikembangkan.

“Guru Tua sudah membuat roadmap yang jelas. Warisan terbesar beliau adalah pendidikan. Tidak ada jalan lain untuk mengubah nasib selain pendidikan,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Alwi bin Saggaf bin Muhammad Al-Jufri menyampaikan bahwa Guru Tua merupakan sosok ulama yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk dakwah dan pendidikan umat.

Baca juga :  Hari Santri Nasional 2024, Ponpes Ittihaadul Ummah Parigi Ajak Santri Berjuang Melawan Kebodohan

“Beliau menghabiskan seluruh hidupnya untuk dakwah di jalan Allah. Apa yang beliau capai, beliau wakafkan untuk umat. Kini menjadi tanggung jawab kita semua untuk menjaga dan melanjutkan perjuangan itu,” ujarnya.

Ia juga mengisahkan beratnya perjuangan Guru Tua dalam menyebarkan dakwah ke berbagai wilayah seperti Maluku Utara dan Kalimantan, di tengah keterbatasan sarana transportasi dan medan perjalanan yang sulit.

“Perjalanan penuh keterbatasan, namun beliau tetap memangkas kenikmatan hidup demi menyampaikan kebaikan. Dari situlah kita belajar bahwa kebahagiaan sejati adalah ketika kita bisa berbagi untuk sesama,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Anwar Hafid turut mendorong kebijakan wajib belajar 13 tahun dengan memasukkan Madrasah Diniyah Awaliyah ke dalam sistem pendidikan formal. Ia menyebut Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tengah menyiapkan regulasi daerah untuk mendukung kebijakan tersebut.

“Kalau wajib belajar 13 tahun, amanah Guru Tua belum masuk di dalamnya. Karena itu kita harus perjuangkan wajib belajar 13 tahun,” katanya.

Gubernur juga menyoroti kondisi kesejahteraan guru Madrasah Diniyah Awaliyah yang masih terbatas, seraya mengutip pesan almarhum Saggaf bin Muhammad Al-Jufri tentang pentingnya kepedulian terhadap para guru.

Selain itu, ia menekankan pentingnya penataan kawasan haul agar lebih nyaman dan representatif bagi jamaah. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Universitas Tadulako untuk merancang desain kawasan yang lebih tertata dan sejuk.

Baca juga :  Pj. Bupati Parigi Moutong Terima Anugerah BAZNAS Award 2024

“Kita ingin tempat ini lebih representatif, lebih sejuk, dan nyaman. Ini akan kita wujudkan bersama,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Gubernur kembali mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu melanjutkan perjuangan Guru Tua, khususnya dalam memperkuat pendidikan berbasis akhlak.

“Kalau kita benar-benar cinta Guru Tua, mari kita lanjutkan perjuangannya. Pendidikan adalah tanggung jawab kita semua,” pungkasnya.

Kegiatan haul ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, Menteri ATR/BPN RI Nusron Wahid, Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin, Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja, serta Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Tengah Junedien.

Hadir pula sejumlah tokoh nasional dan anggota DPR RI seperti Abu Bakar Alhabsyi, Muhidin Mohamad Said, Longki Djanggola, serta tokoh nasional Salim Segaf Al-Jufri dan Fadel Muhammad.

Dari unsur Forkopimda Sulawesi Tengah turut hadir Ketua DPRD Sulteng Arus Abdul Karim, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Jonathan S. Sianipar, Kapolda Sulteng Irjen Pol Endi Sutendi, Kajati Sulteng Nuzul Rahmat, Ketua Pengadilan Tinggi Aroziduhu Waruwu, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Syamsul Bahri, Kepala BIN Daerah Mahmud Riadinata, serta Danlanal Palu Mohammad Ali Wardhana.

Total Views: 234

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *